TEMPE, makanan sederhana yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, kini tengah siap menapaki panggung dunia.
Pemerintah Indonesia berencana mendaftarkan tempe sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.
Ini sebuah langka penting untuk mengakui nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal yang melekat pada pangan tradisional ini.
Baca Juga: Lima Kafe Hits di Bangkalan, Tempat Nongkrong Nyaman untuk Santai dan Kerja Ringan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pengajuan ini adalah langka besar dalam mendukung tempe sebagai bagian dari identitas budaya nasional yang mencerminkan pengetahuan, budaya, dan teknologi pangan tradisional di Indonesia.
”Masuknya budaya tempe dalam daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO akan semakin memperkuat tempe sebagai warisan budaya yang harus dijaga sekaligus mendorong kesadaran global akan nilai budaya, manfaat gizi, dan kesehatan,” tuturnya dalam Cultural Ministerial Meeting Indonesia-Suriname yang akan dilaksanakan secara daring.
Tak hanya digemari di dalam negeri, kini tempe juga mendapat perhatian di kancah internasional.
Banyak negara yang menganggap tempe sebagai makanan yang cocok untuk gaya hidup sehat dan sumber protein nabati yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Kuliner Pedas Kian Meroket, Outlet Ayam Geprek Penuhi Sudut Kota Bangkalan
Di beberapa negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Belanda tempe telah menjadi menu wajib di restoran vegan maupun supermarket besar.
Tahap pengajuan suatu objek sebagai warisan budaya tak benda dimulai dari penyusunan dokumen nominasi oleh komunitas budaya, akademisi, dan pemerintah daerah dengan fasilitas dari Kementerian Kebudayaan.
Proses ini mencakup kajian literatur, survei lapangan, wawancara, hingga dokumentasi yang dilakukan secara mendalam.
Pendaftaran tempe ke UNESCO diharapkan dapat memperkuat identitas kuliner Indonesia di mata dunia serta mendorong pelestarian tradisi pembuatannya di berbagai daerah.
Baca Juga: Siwil, Makanan Kenyal Khas Bangkalan yang Jadi Identitas Kuliner Madura
Dengan langkah ini, tempe bukan lagi sekadar makanan rakyat, melainkan ikon budaya yang mempresentasikan nilai gotong royong, kemadirian, dan kearifan lokal bangsa Indonesia.
Tempe telah membuktikan bahwa sesuatu yang sederhana bisa menjadi luar biasa asal dirawat, dilestarikan, dan dibanggakan.
Kini saatnya dunia mengenal tempe bukan hanya sebagai makanan, melainkan juga sebagai warisan budaya yang berharga dari Nusantara. (Laili)
Editor : Ina Herdiyana