DUNIA kuliner di ujung Pulau Madura tak pernah kehabisan cerita. Salah satunya pentol gapek. Makanan khas Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, ini masih bertahan dan tetap diburu pencinta kuliner tradisional.
Berbeda dengan pentol pada umumnya yang berbentuk bulat, pentol gapek justru gepeng dan tipis. Proses pembuatannya juga terbilang unik.
Adonan ikan laut segar dan tepung tapioka dibentuk, lalu dijepit menggunakan alat khusus hingga pipih. Dari situlah namanya lahir. Gapek bermakna dijepit.
Rasanya pun bukan main. Tekstur kenyal berpadu gurihnya ikan laut membuat siapa saja ingin nambah lagi dan lagi.
Saat disajikan hangat-hangatnya dan dicocol dengan sambal khas cenge lendot, pedasnya terasa meresap hingga ke lidah.
Tak hanya bentuk dan rasa, harganya pun ramah di kantong. Biasanya para pedagang menjual per biji atau per bungkus dengan pilihan dua varian, yakni pentol polos dan pentol tahu.
Keduanya punya penggemar tersendiri. Rasa dan teksturnya akan berbeda saat pentol dijepit.
Keberadaan pentol gapek saat ini menjadikan bukti bahwa kuliner tradisional Madura masih mampu bersaing di tengah gempuran makanan modern.
Setiap ada hajatan, pasar malam, hingga akhir pekan, jajanan ini hampir tidak pernah absen menghiasi meja kudapan warga. (Elsa)
Editor : Ina Herdiyana