RadarBangkalan.id – Kabupaten Malang diperkirakan menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).
Berdasarkan hasil survei prakiraan Nataru, jumlah pergerakan masyarakat menuju wilayah tersebut diprediksi mencapai sekitar 2,9 juta orang.
Data tersebut disampaikan Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Senin (8/12).
Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Prubahan Cuaca
Rapat yang disiarkan melalui kanal YouTube DPR RI itu membahas kesiapan infrastruktur dan transportasi menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Nataru.
Dalam pemaparannya, Dudy menyebut lima daerah yang diproyeksikan menjadi tujuan utama masyarakat selama libur akhir tahun.
Kota Jogjakarta menempati posisi teratas dengan estimasi 5,15 juta pengunjung, disusul Kabupaten Bandung sebanyak 4,50 juta orang.
Kabupaten Malang berada di urutan ketiga dengan perkiraan 2,90 juta pengunjung, kemudian Kabupaten Bogor 2,49 juta orang, dan Kota Denpasar 2,28 juta orang.
Menurut Dudy, kelima daerah tersebut dikenal memiliki daya tarik pariwisata yang kuat. Hal itu menunjukkan bahwa sektor wisata masih menjadi magnet utama pergerakan masyarakat selama libur panjang.
Secara nasional, total pergerakan masyarakat selama libur Nataru 2025/2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang.
Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan mobilitas tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya durasi libur yang cukup panjang karena bertepatan dengan libur sekolah, Natal, dan tahun baru.
Selain itu, kondisi infrastruktur dan konektivitas transportasi dinilai semakin membaik.
”Kondisi infrastruktur konektivitas transportasi saat ini sudah lebih baik,” ujar Dudy.
Faktor lain yang turut mendorong tingginya pergerakan masyarakat adalah meningkatnya minat berwisata, aktivitas silaturahmi ke sanak keluarga, tradisi mudik, serta pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat mencapai lima persen pada triwulan III 2025.
Editor : Ina Herdiyana