News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tiwul: Makanan Pokok Alternatif dari Singkong yang Sarat Nilai Tradisi dan Gizi

Ina Herdiyana • Senin, 2 Maret 2026 | 13:48 WIB

Nasi tiwul. Sumber Foto: Fimela
Nasi tiwul. Sumber Foto: Fimela

RadarBangkalan.id – Pada masa penjajahan hingga periode krisis pangan, ketika beras sulit diperoleh, masyarakat mengandalkan singkong sebagai sumber karbohidrat utama.

Dari kebutuhan itulah lahir tiwul, makanan sederhana yang mengenyangkan dan mudah diolah.

Tiwul merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang berbahan dasar singkong dan telah lama dikenal sebagai alternatif pengganti nasi.

Pembuatan tiwul terbilang unik. Singkong terlebih dahulu dikupas, dipotong, lalu dijemur hingga kering menjadi gaplek.

Gaplek kemudian ditumbuk atau digiling menjadi tepung kasar sebelum dikukus hingga matang. Hasilnya adalah butiran-butiran khas berwarna cokelat muda dengan tekstur remah dan rasa gurih alami.

Secara tradisional, tiwul disajikan sebagai pengganti nasi dan disantap bersama lauk seperti ikan asin, sayur, sambal, atau tempe.

Namun, ada juga versi tiwul manis yang dicampur gula merah dan kelapa parut, biasanya dijadikan camilan atau hidangan sore hari.

Dari sisi gizi, tiwul memiliki sejumlah keunggulan. Kandungan karbohidrat kompleksnya dapat menjadi sumber energi, sementara seratnya membantu sistem pencernaan.

Selain itu, tiwul tergolong rendah lemak dan bebas gluten sehingga bisa menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki intoleransi gluten atau ingin mengurangi konsumsi nasi putih.

Tiwul bukan hanya makanan, melainkan juga simbol ketahanan pangan masyarakat. Di beberapa daerah, tiwul bahkan dijadikan sajian khas untuk wisata kuliner desa.

Juga memperkenalkan kembali kekayaan pangan lokal Indonesia kepada generasi muda. (Farah Arisanti)

 

Editor : Ina Herdiyana
#karbohidrat #Makanan Pokok #bergizi #nilai tradisi #tiwul #singkong