News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kerak Telor, Sajian Khas Betawi dengan Perpaduan Tekstur Renyah dan Aroma Rempah

Ina Herdiyana • Jumat, 6 Maret 2026 | 09:12 WIB

Kerak telor. Sumber foto: allofresh
Kerak telor. Sumber foto: allofresh

RadarBangkalan.id – Kerak telor merupakan kuliner khas Betawi yang merepresentasikan kecerdasan masyarakat Jakarta dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan dengan cita rasa yang kompleks.

Hidangan ini berbahan dasar beras ketan putih yang dimasak bersama telur ayam atau telur bebek di atas wajan baja kecil tanpa menggunakan minyak goreng sedikit pun.

Proses pematangannya mengandalkan panas konduksi dari arang kayu yang stabil.

Kemudian, adonan ketan diratakan hingga menempel pada permukaan wajan untuk menciptakan lapisan luar yang garing atau berkerak.

Teknik memasak yang unik ini diakhiri dengan membalikkan wajan secara langsung ke arah bara api agar bagian permukaan telur matang sempurna dengan aroma sangrai yang khas.

​Kekayaan rasa kerak telor terletak pada taburan bumbu kelapa sangrai atau serundeng yang telah dihaluskan bersama bumbu rempah seperti kencur, jahe, merica, dan cabai merah.

Penambahan udang kering atau ebi yang disangrai memberikan dimensi rasa gurih dan asin yang kuat, kemudian diseimbangkan oleh rasa manis alami dari telur dan tekstur kenyal dari beras ketan.

Taburan bawang goreng di atasnya memberikan aroma harum dan tekstur renyah yang melengkapi kelembutan bagian dalam hidangan.

Perpaduan antara teknik pembakaran langsung dan penggunaan rempah-rempah pilihan ini menghasilkan rasa yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberikan kehangatan bagi tubuh.

Pada awalnya, kerak telor lahir dari eksperimen warga asli Jakarta pada masa kolonial yang memanfaatkan melimpahnya hasil perkebunan kelapa dan ketersediaan beras ketan.

Dahulu, hidangan ini sering dianggap sebagai makanan kelas atas yang hanya disajikan pada acara-acara istimewa.

Baca Juga: Tiwul: Makanan Pokok Alternatif dari Singkong yang Sarat Nilai Tradisi dan Gizi

Namun seiring berjalannya waktu, kerak telor bertransformasi menjadi kuliner rakyat yang sangat populer, terutama saat perayaan hari jadi kota Jakarta.

Keberadaan penjual kerak telor dengan pikulan khasnya menjadi pemandangan ikonik yang menjaga warisan budaya kuliner tetap hidup di tengah modernisasi kota.

Ketekunan para penjual dalam mempertahankan metode memasak tradisional menggunakan anglo dan arang menjadi kunci utama mengapa rasa autentik kerak telor tidak pernah berubah melintasi zaman.

​Sebagai warisan budaya takbenda, kerak telor membuktikan bahwa identitas sebuah bangsa dapat tercermin kuat melalui piring makanannya.

Bukan sekadar kudapan pengganjal perut, melainkan sebuah sejarah pertemuan berbagai budaya di tanah Betawi yang menyatu dalam harmoni rasa. (Athoya Hanin)

Editor : Ina Herdiyana
#kerak telor #khas betawi #kuliner