RadarBangkalan.id – Lumut dikenal sebagai tumbuhan kecil yang mampu menyerap dan menyimpan air dengan baik. Karena kemampuannya tersebut, lumut banyak ditemukan di lingkungan yang lembap seperti hutan, tepi sungai, atau daerah pegunungan.
Keberadaan lumut membantu menjaga kelembapan tanah dan lingkungan sekitarnya. Sementara itu, jamur liar memiliki peran yang sangat penting sebagai pengurai alami di alam.
Jamur membantu memecah sisa-sisa makhluk hidup seperti daun yang gugur, ranting, kayu mati, hingga bangkai hewan. Proses penguraian ini menghasilkan zat-zat yang kemudian kembali menjadi nutrisi bagi tanah.
Baca Juga: Penggusuran Food Court Jadi Sorotan, Aktivis hingga UMKM Datangi Kejari Bangkalan
Lumut dan jamur juga menjadi habitat bagi berbagai makhluk hidup berukuran kecil. Serangga, mikroba, hingga hewan mikroskopis sering memanfaatkan lumut sebagai tempat berlindung dan berkembang biak.
Lumut dan jamur ikut mendukung rantai makanan di alam. Tidak hanya itu, lumut juga sering digunakan sebagai indikator alami kondisi lingkungan.
Lumut sangat sensitif terhadap polusi udara dan perubahan kualitas lingkungan. Jika lumut tumbuh subur di suatu daerah, biasanya hal tersebut menjadi tanda bahwa kualitas udara di wilayah tersebut masih cukup baik.
Keberadaan lumut dan jamur liar memang sering kali luput dari perhatian. Namun tanpa keduanya, proses alami seperti penguraian bahan organik, penyuburan tanah, hingga keseimbangan ekosistem dapat terganggu. Tanpa lumut dan jamur, ekosistem alami akan sulit mempertahankan keseimbangannya. (Farah Arisanti)
Editor : Ina Herdiyana