News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Wingko Babat: Kudapan Panggang Legendaris dari Jalur Kereta Api

Ina Herdiyana • Selasa, 21 April 2026 | 01:33 WIB
Sumber foto: Orami
Sumber foto: Orami

RadarBangkalan.id – Wingko Babat adalah kudapan tradisional khas Jawa yang sangat populer sebagai oleh-oleh. Kue ini terbuat dari perpaduan sederhana namun cerdas antara kelapa muda parut, tepung ketan, dan gula yang menghasilkan cita rasa gurih dan manis dengan tekstur yang kenyal sekaligus padat.

​Karakteristik utama yang membuat Wingko Babat begitu disukai adalah aroma panggangan yang khas.

Berbeda dengan kue basah pada umumnya, wingko dimasak dengan cara dipanggang di atas wajan datar hingga permukaannya berwarna cokelat keemasan atau sedikit gosong. 

 Baca Juga: Bali United Mengamuk! Tekuk Malut United 4-1 di Super League

Bagian luar yang garing ini memberikan sensasi tekstur yang kontras dengan bagian dalamnya yang tetap lembut dan moist karena kandungan minyak alami dari kelapa muda.

Dalam perkembangannya, Wingko Babat terus berinovasi mengikuti zaman. Jika dulu hanya tersedia rasa original kelapa, kini kita bisa dengan mudah menemukan varian rasa modern seperti cokelat, keju, durian, hingga nangka, tanpa menghilangkan ciri khas utamanya yang kaya akan serat kelapa.

Makanan ini juga pernah menjadi perdebatan tentang asal usulnya lantaran ada sebagian orang bilang makanan ini berasal dari semarang dan ada yang bilang dari lamongan. Asal mula wingko babt sesuai namanya, kue ini berasal dari Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Resep aslinya diciptakan oleh keluarga keturunan Tionghoa di sana sekitar tahun 1898. Di tempat asalnya, Wingko Babat merupakan kudapan lokal yang biasa dijual di sekitar stasiun kereta api dan terminal. ​

Baca Juga: Bali United Comeback dan Hajar Malut United 4-1, Goppel Tutup Pesta Gol 

Lalu, kenapa sangat identik dengan Semarang? Titik baliknya terjadi pada tahun 1944. Saat itu, salah satu keturunan pembuat wingko dari Babat bernama Loe Lan Hwa pindah ke Semarang untuk menghindari situasi perang.

Di Semarang, ia mulai memproduksi dan menjual wingko buatannya di sekitar Stasiun Tawang. Karena lokasi penjualannya sangat strategis yaitu di stasiun kereta api, wingko ini pun sangat laku dan dikenal luas oleh para pendatang. 

Seiring berjalannya waktu, para pelancong yang singgah di Semarang selalu membawa pulang kue ini sebagai buah tangan, sehingga akhirnya Wingko Babat justru menjadi ikon oleh-oleh khas Semarang.

Jika bicara soal asal-usul resep, jawabannya adalah Babat, Lamongan. Namun, jika bicara soal popularitas saat ini, sangat identik dengan Kota Semarang. (Athoya Hanin)

 

Editor : Ina Herdiyana
#wingko babat #panggang #khas Lamongan #kudapan #legendaris