RadarBangkalan.id – Rambut nenek adalah jajanan tradisional Indonesia yang dikenal karena bentuknya yang halus, ringan, dan menyerupai helaian rambut berwarna-warni. Teksturnya lembut seperti kapas dan langsung meleleh di mulut.
Di berbagai daerah, jajanan ini juga dikenal dengan nama arumanis atau sering disamakan dengan cotton candy.
Nama “rambut nenek” sendiri berasal dari tampilannya yang tipis dan berserat, mirip rambut yang halus dan memutih sehingga memberi kesan unik sekaligus mengundang rasa penasaran.
Secara sederhana, rambut nenek dibuat dari gula pasir yang dipanaskan hingga mencair, lalu diputar menggunakan alat khusus hingga menghasilkan serat-serat tipis.
Baca Juga: Yoyo: Dari Mainan Jadul hingga Jadi Olahraga Skill yang Keren
Di era sekarang, keberadaan rambut nenek memang tidak sebanyak dulu. Namun, jajanan ini masih bisa ditemui di berbagai acara seperti festival kuliner, pasar malam, hingga kegiatan sekolah.
Bahkan, sejumlah pelaku usaha mulai menghadirkan inovasi dengan kemasan yang lebih menarik dan warna yang lebih beragam untuk menjangkau generasi muda.
Bagi banyak orang, rambut nenek bukan sekadar camilan. Ia adalah simbol kesederhanaan dan kebahagiaan masa lalu.
Sensasi manisnya bukan hanya terasa di lidah, tetapi juga menghadirkan kenangan yang hangat. (Farah Arisanti)
Editor : Ina Herdiyana