Bukan Sekadar Kerang, Lorjuk Jadi Identitas Kuliner Madura

Ina Herdiyana • Dipublikasikan Senin, 18 Mei 2026 | 20:50 WIB
Sumber Foto: Pigiblog
Sumber Foto: Pigiblog

RadarBangkalan.id – Di balik kekayaan kuliner Madura, terdapat satu hasil laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus menyimpan cerita panjang tentang kehidupan masyarakat pesisir, yakni lorjuk.

Kerang khas Madura ini dikenal karena bentuknya yang unik, rasa gurihnya yang khas, serta proses pencariannya yang tidak mudah.

Lorjuk merupakan sejenis kerang bambu atau razor clam yang hidup di dalam pasir berlumpur di kawasan pantai.

Baca Juga: Carrick Tegaskan MU Masih Jauh dari Level Juara Meski Tumbangkan Nottingham

Hewan laut ini banyak ditemukan di beberapa wilayah pesisir Madura, seperti Pamekasan dan Sumenep.

Berbeda dari kerang pada umumnya, lorjuk memiliki bentuk panjang menyerupai bambu kecil dengan cangkang tipis berwarna kecokelatan.

Untuk mendapatkan lorjuk, biasanya harus turun ke pantai saat air laut surut. Mereka berjalan di atas hamparan lumpur sambil mencari tanda kecil berupa lubang di permukaan pasir yang menandakan keberadaan lorjuk. Proses pencarian dilakukan secara tradisional menggunakan alat sederhana.

Baca Juga: Manchester United Tekuk Nottingham Forest 3-2, Bruno Fernandes Cetak Sejarah

Dibutuhkan ketelitian dan pengalaman karena lorjuk hidup tertanam cukup dalam di dalam pasir.

Tak jarang para pencari lorjuk harus berjam-jam berada di bawah terik matahari demi mendapatkan hasil yang cukup untuk dijual.

Karena prosesnya yang sulit dan ketersediaannya terbatas, harga lorjuk di pasaran tergolong cukup tinggi.

Terlebih lagi, lorjuk memiliki cita rasa gurih alami yang membuatnya digemari banyak orang. Kerang ini juga dapat diolah menjadi berbagai makanan, mulai dari lorjuk goreng, keripik lorjuk, nasi lorjuk, hingga campuran sambal khas Madura. (Farah Arisanti)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
kerang bambu pasir lumpur kuliner madura lorjuk