Radarbangkalan.id– Tanpa disadari, tubuh manusia kerap memberi sinyal ketika ada sesuatu yang tidak beres. Salah satunya adalah gejala awal diabetes—penyakit kronis yang kini tak lagi mengenal batas usia. Data International Diabetes Federation mencatat, Indonesia menduduki peringkat pertama di ASEAN dalam jumlah penderita diabetes, dan posisi ke-34 secara global dari 204 negara.
Ironisnya, banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa mereka telah menunjukkan tanda-tanda awal penyakit ini. Padahal, jika dikenali lebih dini, diabetes bisa dicegah dengan langkah sederhana: perubahan gaya hidup.
Berikut enam gejala awal diabetes yang kerap dianggap sepele, namun bisa menjadi alarm tubuh untuk segera waspada:
1. Sering Buang Air Kecil di Malam Hari
Gejala ini sering dianggap biasa, terutama jika cuaca dingin atau setelah banyak minum. Namun, dalam konteks diabetes, sering buang air kecil, terutama di malam hari (disebut nokturia), bisa jadi indikasi awal. Tubuh bekerja keras membuang kelebihan gula lewat urine, menyebabkan frekuensi buang air meningkat. Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai poliuria.
2. Rasa Haus Tak Kunjung Hilang
Meski sudah minum berkali-kali, rasa haus terus datang. Kondisi ini dikenal dengan istilah polidipsia. Tubuh yang kehilangan banyak cairan lewat urin berusaha mengimbanginya dengan terus meminta asupan air. Bedanya, rasa haus ini tidak normal karena terus muncul, bahkan saat cuaca tidak panas.
Baca Juga: Nasi Dingin Lebih Aman untuk Diabetes? Ini Penjelasannya
3. Berat Badan Turun Drastis Tanpa Sebab Jelas
Ketika berat badan turun lebih dari 5 persen tanpa diet, stres, atau aktivitas fisik berlebih, hal ini patut dicurigai. Penurunan berat badan mendadak bisa menjadi tanda bahwa tubuh tidak bisa memproses glukosa dengan benar dan mulai membakar otot serta lemak sebagai energi alternatif.
4. Tubuh Lemas dan Mudah Lelah
Kelelahan berkepanjangan adalah gejala klasik yang sering diabaikan. Gula darah yang tidak stabil—baik terlalu tinggi (hiperglikemia) maupun terlalu rendah (hipoglikemia)—bisa menyebabkan tubuh kekurangan energi. Akibatnya, penderita merasa lesu, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi.
5. Luka yang Lama Sembuh
Gula darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dan memperlambat proses penyembuhan. Selain itu, sistem kekebalan tubuh juga menurun, sehingga luka kecil pun berisiko berkembang menjadi infeksi serius. Jika luka di tubuh tak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter.
Baca Juga: Diabetes Tipe 5 Diakui Dunia: Apa Itu Penyakit Gula Darah yang Diam-Diam Mengincar Anak Muda?
6. Pandangan Kabur atau Buram
Gangguan penglihatan seperti mata kabur seringkali menjadi tanda awal diabetes. Peningkatan kadar gula dapat mengganggu fungsi lensa mata dan cairan sekitarnya, membuat pandangan menjadi tidak fokus. Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Langkah Pencegahan:
Mendeteksi gejala lebih awal berarti memberi kesempatan tubuh untuk memperbaiki diri. Perubahan pola makan, membatasi konsumsi gula, rutin berolahraga, serta kontrol kesehatan secara berkala menjadi langkah krusial dalam mencegah diabetes sejak dini.
Jangan abaikan sinyal tubuh. Kesehatan adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai.
Editor : Mohammad Sugianto