BANGKALAN, Radarbangkalan.id – Program penurunan berat badan kini semakin populer di kalangan masyarakat. Banyak orang rela menjalani berbagai metode diet demi mendapatkan tubuh ideal dan proporsional. Namun, penting untuk memahami bahwa tidak semua metode diet aman dan baik untuk kesehatan tubuh.
Menurut Sulastri, S.Gz., Nutrisionis RSUD Syamrabu Bangkalan, sejumlah orang kerap memilih cara instan dan ekstrem untuk menurunkan berat badan, bahkan sampai merogoh kocek dalam. Namun, pola diet yang salah justru dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
“Banyak yang mengalami kelelahan, kekurangan nutrisi, bahkan risiko malnutrisi setelah menjalani diet ekstrem,” jelas Sulastri, Minggu (6/7/2025).
Sulastri menjelaskan bahwa manajemen gizi merupakan faktor penting dalam proses penurunan berat badan. Diet sehat tetap harus memperhatikan keseimbangan zat gizi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral.
“Asupan harus dibatasi sesuai kebutuhan kalori harian, tetapi tetap lengkap secara nutrisi,” imbuhnya.
Penurunan berat badan yang direkomendasikan secara medis adalah sekitar 0,5–1 kilogram per minggu. Target ini dinilai aman dan tidak membahayakan metabolisme tubuh.
Sulastri menekankan pentingnya memahami densitas energi makanan, yaitu jumlah kalori dalam setiap gram makanan. Makanan dengan densitas energi rendah, seperti buah, sayur, dan makanan tinggi serat, bisa membantu tubuh merasa kenyang lebih lama meski kalorinya rendah.
Contoh Makanan Densitas Energi Rendah vs Tinggi
- Densitas energi rendah: sayuran, buah-buahan, sup bening, dan makanan berserat tinggi.
- Densitas energi tinggi: kue kering, gorengan, makanan cepat saji, karena tinggi lemak dan gula.
Sulastri menyarankan untuk melakukan modifikasi menu harian. Sebagai contoh, jika ingin makan semangkuk mi ayam, sebaiknya separuh porsi mi diganti dengan sayuran agar total kalori turun tanpa mengurangi volume makanan.
“Dengan begitu, mi ayam menjadi lebih sehat karena densitas energinya lebih rendah,” tutupnya.(jup)
Editor : Mohammad Sugianto