Radarbangkalan.id – Banyak orang masih salah dalam menyikat gigi, tanpa menyadari bahwa kebiasaan tersebut bisa berakibat serius. Mulai dari gigi sensitif, gusi turun, hingga gigi berlubang bisa terjadi karena teknik menyikat gigi yang keliru.
Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jakarta Barat, drg. Eko Fibryanto, Sp.KG, Subsp.KE(K), mengingatkan pentingnya memilih sikat dan pasta gigi yang tepat serta menerapkan teknik menyikat gigi yang benar.
“Jangan menyikat gigi dengan tekanan kuat menggunakan sikat berbulu keras. Itu justru bisa mengikis lapisan gigi dan memperparah sensitivitas,” jelas drg. Eko dalam peluncuran produk terbaru Sensodyne Cegah Gigi Berlubang & Sensitif, Kamis (24/7), di The Westin Jakarta.
Menurut drg. Eko, tekanan yang terlalu kuat saat menyikat gigi bisa merusak email gigi, terutama jika memakai bulu sikat yang keras. Karena itu, ia menyarankan penggunaan sikat gigi dengan bulu lembut (soft) untuk menjaga lapisan gigi tetap utuh.
Salah satu kesalahan paling umum adalah arah menyikat gigi. Idealnya, sikat gigi dilakukan dari gusi ke arah gigi, menyerupai arah warna bendera Indonesia: merah ke putih.
“Gerakannya sambil naik-turun dan memutar, seolah memijat gusi. Ini membantu mencegah luka dan gusi turun,” tambahnya.
Gusi yang turun bisa menyebabkan akar gigi terlihat, membuat gigi tampak lebih panjang dan terasa nyeri saat terkena makanan atau minuman dingin.
Durasi menyikat gigi bukan jaminan kebersihan. drg. Eko menegaskan, yang terpenting adalah teknik menyikat dan pemilihan alat yang tepat.
“Menyikat lama tapi tidak menjangkau seluruh bagian gigi juga tidak efektif. Lebih baik benar secara teknik, meski tidak terlalu lama,” ujarnya.
Untuk perlindungan maksimal, pilih pasta gigi yang mengandung sodium fluoride atau natrium fluoride. Zat ini efektif memperkuat email gigi dan mencegah karies.
Melihat tingginya kebutuhan masyarakat akan perlindungan gigi, Sensodyne meluncurkan varian terbaru: Sensodyne Cegah Gigi Berlubang & Sensitif. Produk ini diklaim mampu memberikan perlindungan aktif selama 24 jam berkat kombinasi Optimized Fluoride dan Potassium Nitrate.
General Manager Haleon Indonesia, Dhanica Mae Dumo-Tiu, menyatakan bahwa produk ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.
“Kini, tidak perlu memilih antara mengatasi gigi sensitif atau mencegah gigi berlubang. Keduanya bisa dilakukan sekaligus dengan produk ini,” jelasnya.
Prilly Latuconsina Jadi Brand Ambassador
Aktris Prilly Latuconsina dipercaya menjadi wajah dari kampanye ini. Dalam testimoninya, ia mengaku dulu sempat bingung memilih solusi karena menghadapi dua masalah sekaligus: gigi berlubang dan sensitif.
“Setelah pakai Sensodyne, aku merasa jauh lebih aman. Sekarang tidak khawatir lagi,” ungkap Prilly.
Editor : Mohammad Sugianto