News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Campak Renggut Empat Nyawa dan Serang Ratusan Balita, Dinkes P2KB Sumenep Didorong Tingkatkan Imunisasi dan Penanganan

Ina Herdiyana • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 19:51 WIB

 

salah satu campak yang terjadi pada balita.
salah satu campak yang terjadi pada balita.

SUMENEP – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep harus bekerja lebih ekstra dalam menekan penyebaran penyakit menular. Khususnya penyakit campak.

Sebab, selama 2025 terdapat 800 orang yang teridentifikasi mengidap penyakit menular tersebut. Ironisnya, terdapat empat penderita meninggal.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri memaparkan, campak bukan satu-satunya penyebab kematian. Empat penderita yang meninggal diperparah karena penyakit bawaan.

”Rata-rata korban meninggal di rumah sakit, mungkin karena ada komplikasi,” katanya.

Mayoritas penderita campak berusia di bawah lima tahun (balita). Sebab, balita termasuk kelompok usia yang paling rentan terinfeksi virus. Terutama jika belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Syamsuri menyatakan, salah satu pemicu utama banyaknya penderita campak di Kota Keris karena cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Sehingga, berdampak langsung pada daya tahan tubuh, terutama anak-anak.

”Perubahan iklim yang tak menentu bisa menyebabkan kekebalan tubuh menurun. Sehingga, lebih rentan tertular campak,” ucapnya.

Salah satu langkah antisipatif yang dilakukan Dinkes P2KB Sumenep adalah menggencarkan program imunisasi tambahan. Tujuannya, untuk mengejar ketertinggalan imunisasi dasar pada anak-anak.

”Kami mengintensifkan imunisasi kejar, untuk memberikan vaksinasi kepada individu yang belum menerima dosis vaksin sesuai jadwal yang seharusnya atau yang tertinggal,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah juga telah meningkatkan respons dan pelayanan kesehatan terhadap kasus campak. Harapannya, setiap penderita campak bisa mendapat penanganan secara optimal.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Ramzi meminta dinkes P2KB memaksimalkan penanganan kasus campak. Sebab, itu berkaitan dengan nyawa anak-anak yang kelak akan menjadi generasi penerus.

”Sejak awal harusnya dinas sudah mengambil langkah cepat, ini menyangkut nyawa anak-anak. Kinerja pencegahan dan respons cepat mereka patut dievaluasi,” ucapnya.

Dia juga menekankan pentingnya memperkuat sistem edukasi publik dan deteksi dini. Sehingga, masyarakat juga dapat melakukan langkah-langkah antisipatif.

”Kita akan panggil dinkes untuk menjelaskan secara detail langkah penanganan dan pencegahan lanjutan, jangan sampai penyakit ini terus memakan korban,” tegasnya. (tif/jup)

Editor : Ina Herdiyana