MATCHA dan green tea selama ini sering diianggap sama oleh banyak orang. Padahal, keduanya mempunyai perbedaan yang cukup jauh mulai dari cara tanam sampai manfaat kesehatannya.
Matcha berasal dari daun teh yang ditanam dengan cara ditutup beberapa minggu sebelum panen.
Tujuannya, kandungan klorofil dan antioksidannya meningkat. Setelah dipetik, daunnya digiling dengan sangat halus hingga menjadi bubuk hijau pekat. Karena itulah warna dan rasa matcha lebih kuat dibandingkan green tea.
Sementara itu, green tea ditanam dibawah sinar matahari. Daunnya hanya dikeringkan, lalu digiling kasar untuk diseduh.
Hasilnya, warna seduhannya lebih jernih dan rasanya lebih ringan. Meski terlihat sederhana, green tea tetap kaya akan antioksidan yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh.
Dari sisi manfaat, matcha mempunyai keunggulan karena kandungan EGCG dan L – theaning nya lebih tinggi.
Kombinasi ini bisa membantu tubuh lebih fokus, tetapi tetap rileks, serta mendukung metabolisme saat diminum sebelum olahraga.
Namun karena kandungan kafein cukup tinggi, konsumsi matcha tetap perlu dibatasi 1–3 cangkir sehari sesuai kondisi tubuh.
Cara minumnya juga berbeda. Green tea cukup diseduh dengan air panas seperti biasa, sedangkan matcha harus dilarutkan dalam air, lalu dikocok hingga berbuih.
Matcha juga disarankan diminum bukan bersama makanan berat, karena L-theanine dapat mempengaruhi penyebaran zat besi.
Secara garis besar keduanya sangat bermanfaat, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Matcha lebih cocok diminum saat butuh fokus atau persiapan aktivitas berat.
Baca Juga: Puskesmas Kwanyar Mulai Terapkan E-Resep, Pelayanan Obat Lebih Cepat dan Minim Kesalahan
Sedangkan green tea lebih pas untuk dinikmati saat sehari-hari. Yang penting keduanya tetap memberi kebaikan selama dikonsumsi dengan porsi yang wajar. (Elsa)
Editor : Ina Herdiyana