News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Program SAJADAH Puskesmas Tongguh Perkuat PHBS dan Skrining Santri di Ponpes Salafiyah Sa’idiyah

Mohammad Sugianto • Kamis, 4 Desember 2025 | 14:38 WIB
Petugas Puskesmas Tongguh saat melakukan Program Santri Jatim Sehat dan Berkah (SAJADAH) di Pondok Pesantren Salafiyah Sa’idiyah
Petugas Puskesmas Tongguh saat melakukan Program Santri Jatim Sehat dan Berkah (SAJADAH) di Pondok Pesantren Salafiyah Sa’idiyah

BANGKALAN,Radarbangkalan.id – Puskesmas Tangguh terus mendorong peningkatan layanan kesehatan berbasis pencegahan. Salah satunya melalui Program Santri Jatim Sehat dan Berkah (SAJADAH) yang diterapkan di Pondok Pesantren Salafiyah Sa’idiyah. Program yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur sejak 2019 itu bertujuan mewujudkan pesantren sehat melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sasaran program cukup luas. Tidak hanya santri, tetapi juga pengasuh, pimpinan pesantren, pengunjung, hingga warga sekitar yang berada dalam binaan Puskesmas Tangguh.

Program SAJADAH menekankan upaya promotif dan preventif. Meski begitu, pelayanan kuratif dan rehabilitatif tetap disiapkan jika ditemukan santri yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kepala Puskesmas Tangguh, Baskorowati Sulistyaning Anggraini, S.ST, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan secara kolaboratif. “Pelaksanaannya melibatkan ormas, tenaga kesehatan desa, dan tenaga medis puskesmas. Mereka turun langsung melakukan pemeriksaan dan penilaian kesehatan lingkungan pondok,” ujarnya.

Salah satu kegiatan utama adalah Survey Mawas Pondok Pesantren (SMPP). Survey ini mencakup penilaian PHBS, peninjauan strata poskestren, inspeksi kesehatan lingkungan, skrining TBC, pemeriksaan kesehatan jiwa (keswa), hingga pemantauan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah.

Dalam proses skrining, petugas kesehatan memeriksa seluruh santri. Jika ada yang berisiko, petugas segera memberikan tata laksana awal atau rujukan yang diperlukan. Hasil lengkap SMPP kemudian dirangkum sebagai potret kondisi kesehatan pondok.

Temuan tersebut dibahas dalam Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPP). Melalui forum itu, disusun rencana tindak lanjut (RTL) untuk memperbaiki aspek kesehatan yang dinilai masih lemah.

Sulistyaning Anggraini menegaskan komitmen puskesmas dalam mendampingi pesantren. “Kami ingin memastikan ponpes memiliki lingkungan yang sehat dan aman. Semua kegiatan ini kami lakukan agar kesehatan santri dapat terus terjaga,” pungkasnya.(gik)

 

Editor : Mohammad Sugianto
#bangkalan #puskesmas #layanan kesehatan #Dinkes Bangkalan