News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tekanan untuk Selalu Produktif: Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Mental Generasi Muda

Ina Herdiyana • Jumat, 27 Februari 2026 | 14:33 WIB

Tertekan. Sumber Foto:  AI
Tertekan. Sumber Foto: AI

RadarBangkalan.id – Di era digital yang serbacepat, produktivitas sering kali diposisikan sebagai tolok ukur utama kesuksesan.

Generasi muda, terutama Gen Z dan milenial, hidup dalam budaya yang menempatkan kesibukan sebagai simbol keberhasilan.

Fenomena ini semakin diperkuat oleh adanya media sosial seperti Instagram, TikTok, dan LinkedIn yang dipenuhi konten motivasi, rutinitas produktif, serta pencapaian di usia muda.

Akibatnya, muncul tekanan tak tertulis untuk selalu sibuk, selalu berkembang, dan selalu menghasilkan sesuatu.

Jika tidak, mereka akan merasa tertinggal. Tanpa disadari, ruang digital tersebut membentuk ekspektasi kolektif bahwa setiap waktu harus dimanfaatkan untuk hal yang ”bernilai”.

Tekanan untuk selalu produktif adalah kondisi ketika seseorang merasa harus terus bekerja, belajar, atau melakukan aktivitas yang “bernilai” tanpa memberi ruang cukup untuk istirahat.

Waktu luang sering kali dianggap sebagai kemalasan, bukan kebutuhan. Adanya
media sosial, semakin memperkuat tekanan ini.

Tanpa disadari, generasi muda membandingkan proses hidupnya dengan “highlight” seperti pencapaian orang lain.

Tekanan produktivitas yang berlebihan membawa konsekuensi serius terhadap kesehatan mental.

Perbandingan sosial yang terus-menerus membuat sebagian anak muda merasa pencapaiannya tidak pernah cukup.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan hingga depresi. Selain itu, ketika nilai diri hanya diukur dari produktivitas, kegagalan kecil bisa terasa seperti kegagalan besar. Harga diri menjadi rapuh karena bergantung pada pencapaian semata.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Pelaku Sempat Menyandera Korban

Produktif pada dasarnya bukan hal yang keliru. Berkembang, belajar, dan berkarya adalah bagian penting dari kehidupan.

Namun, produktivitas yang sehat memerlukan keseimbangan. Tubuh dan pikiran tetap membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Di tengah arus tersebut, penting bagi generasi muda untuk membangun kesadaran bahwa hidup bukan sekadar daftar pencapaian.

Kesuksesan tidak hanya diukur dari seberapa sibuk seseorang, tetapi juga dari seberapa sehat dalam menjalani prosesnya.

Generasi muda perlu menyadari bahwa hidup bukan perlombaan tanpa garis akhir. Kesuksesan tidak selalu datang dari seberapa sibuk seseorang, tetapi dari konsistensi, keseimbangan, dan kesehatan mental yang terjaga. (Farah Arisanti)

Editor : Ina Herdiyana
#generasi muda #kesehatan mental #digital #Tersembunyi #Tekanan #produktif #ancaman