RadarBangkalan.id – Air merupakan kebutuhan dasar tubuh semata. Di balik fungsinya yang sederhana, air ternyata memiliki peran penting dalam menjaga kinerja otak.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kondisi hidrasi tubuh dapat memengaruhi konsentrasi, memori, hingga suasana hati seseorang.
Secara biologis, tubuh manusia terdiri dari sekitar 60 persen air, termasuk sel-sel otak yang sangat bergantung pada cairan untuk menjalankan fungsi normalnya.
Baca Juga: Rahasia Tubuh Ideal, Menu Sehat Ini Bisa Dicoba di Rumah
Ketika tubuh kekurangan cairan, sel-sel otak tidak dapat bekerja secara optimal. Kondisi ini dapat memicu gangguan kognitif seperti sulit fokus dan kelelahan mental.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal British Journal of Nutrition menyebutkan bahwa hidrasi berperan dalam menjaga fungsi otak dan suasana hati.
Bahkan, perubahan kecil dalam status cairan tubuh sudah cukup untuk memengaruhi performa mental seseorang.
Lebih lanjut, sebuah studi meta-analisis yang dirangkum dalam jurnal BMC Medicine menunjukkan bahwa dehidrasi—terutama ketika kehilangan cairan mencapai lebih dari 2 persen dari berat tubuh—dapat menurunkan kemampuan kognitif, khususnya pada aspek perhatian, fungsi eksekutif, dan koordinasi motorik.
Baca Juga: Lidah Buaya: Rahasia Kelembapan dari Tanaman Sukulen
Tidak hanya itu, laporan dari Alzheimer’s Drug Discovery Foundation mengungkapkan bahwa otak orang yang mengalami dehidrasi harus bekerja lebih keras saat menyelesaikan tugas mental.
Dampaknya, seseorang akan lebih cepat lelah, mudah kehilangan fokus, dan mengalami perubahan suasana hati. Dalam kondisi tertentu, dehidrasi juga dapat menurunkan kecepatan pemrosesan informasi.
Meski demikian, hubungan antara air dan kinerja otak tidak selalu bersifat linear. Sejumlah penelitian lain menunjukkan bahwa efek dehidrasi ringan terhadap fungsi kognitif masih bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor usia, kondisi kesehatan, serta jenis aktivitas mental yang dilakukan . Artinya, tidak semua orang akan merasakan dampak yang sama.
Namun, para ahli sepakat bahwa menjaga kecukupan cairan tetap penting untuk mendukung fungsi otak secara optimal.
Baca Juga: Hidangan Fermentasi Sayuran yang Menjadi Ikon Kuliner dan Identitas Budaya Korea
Bahkan, minum air yang cukup dapat membantu meningkatkan energi, memperbaiki aliran darah ke otak, serta menjaga keseimbangan neurotransmitter yang berperan dalam fokus dan emosi.
Dalam praktik sehari-hari, tanda-tanda dehidrasi sering kali muncul secara halus, seperti sulit berkonsentrasi, mudah lelah, atau muncul “brain fog”.
Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai kelelahan biasa, padahal bisa jadi tubuh hanya membutuhkan asupan cairan yang cukup.
Pada akhirnya, air bukan sekadar pelepas dahaga. Ia merupakan elemen vital yang berkontribusi langsung terhadap performa otak.
Baca Juga: Nastar: Mengapa Selalu Jadi Hidangan Andalan di Hari Raya?
Dengan menjaga hidrasi tubuh, seseorang tidak hanya merawat kesehatan fisik, tetapi juga mempertahankan kejernihan berpikir dalam menjalani aktivitas sehari-hari. (*)
Editor : Ina Herdiyana