RadarBangkalan.id – Akar Alang-alang sering kali dianggap sebagai gulma atau tanaman pengganggu oleh para petani karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan sulit diberantas.
Namun, di balik reputasinya sebagai tanaman liar, akar alang-alang telah lama dikenal dalam dunia pengobatan tradisional sebagai herbal yang memiliki segudang manfaat kesehatan.
Karakteristik utama dari akar ini adalah sifatnya yang mendinginkan. Secara alami, akar alang-alang mengandung senyawa aktif seperti manitol, glukosa, dan asam malat yang berfungsi sebagai pelancar buang air kecil dan penurun panas.
Baca Juga: Putu Bambu: Kelezatan Tradisional di Balik Harumnya Uap Bambu
Itulah sebabnya, rebusan akar ini sering menjadi andalan untuk meredakan gejala panas dalam, sariawan, hingga membantu menurunkan demam secara alami.
Dalam proses pengolahannya, akar alang-alang biasanya dibersihkan dengan teliti dan dikeringkan terlebih dahulu untuk menghilangkan aroma tanah yang menyengat.
Setelah kering, akar tersebut direbus hingga menghasilkan air berwarna kuning kadang sedikit kemerahan dengan rasa yang cenderung tawar namun memiliki sedikit sensasi manis yang menyegarkan.
Proses sederhana ini membuktikan bahwa tanaman yang tumbuh liar di pinggir jalan sekalipun bisa menjadi solusi kesehatan yang efektif jika kita memahami kandungan di dalamnya.
Baca Juga: Marshmallow: Si Lembut yang Manis dengan Sensasi Meleleh
Fungsi akar alang-alang sebagai ramuan herbal menunjukkan betapa kayanya kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitar kita.
Meskipun saat ini industri farmasi modern telah berkembang pesat, banyak orang tetap memilih kembali ke ramuan tradisional ini karena sifatnya yang alami dan mudah didapatkan.
Akar alang-alang menjadi pengingat bahwa terkadang solusi untuk masalah kesehatan kita telah tersedia di alam, bahkan pada tanaman yang sering kali dianggap tidak berharga. (Athoya Hanin)
Editor : Ina Herdiyana