RadarBangkalan.id – Di tengah meningkatnya popularitas rokok elektrik, atau vape, di kalangan anak muda, muncul anggapan bahwa perangkat ini lebih aman dibandingkan rokok konvensional.
Desainnya yang modern, pilihan rasa yang beragam, hingga citra “lebih ringan” membuat banyak perempuan ikut menggunakannya tanpa menyadari risiko yang mengintai.
Padahal, para ahli kesehatan menegaskan bahwa vape tetap mengandung zat berbahaya yang dapat memberikan dampak serius, terutama bagi tubuh perempuan yang memiliki sistem hormon dan reproduksi yang lebih sensitif.
Baca Juga: Sarden: Makanan Cadangan yang Menjadi Sajian Meja Makan yang Menggoda
Cairan vape atau e-liquid mengandung berbagai bahan kimia, seperti nikotin, propilen glikol, gliserin, serta zat perasa buatan.
Saat dipanaskan, zat-zat ini dapat berubah menjadi senyawa beracun yang masuk ke dalam tubuh melalui uap yang dihirup.
Nikotin sendiri dikenal sebagai zat adiktif yang tidak hanya memengaruhi sistem saraf, tetapi juga keseimbangan hormon.
Penggunaan vape pada perempuan dapat berdampak langsung pada sistem reproduksi. Nikotin diketahui mampu mengganggu produksi hormon estrogen, yang berperan penting dalam siklus menstruasi dan kesuburan. Akibatnya, perempuan berisiko mengalami siklus haid tidak teratur.
Baca Juga: Kandungan Nutrisi Tomat dan Perannya dalam Menjaga Kesehatan serta Kecantikan Kulit
Tidak hanya berdampak pada reproduksi, vape juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru.
Nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Selain itu, penggunaan vape dikaitkan dengan penyakit paru serius seperti EVALI, yang dapat memicu sesak napas hingga kerusakan paru-paru
Vape juga berdampak pada penampilan. Nikotin menghambat aliran darah ke kulit, sehingga mempercepat penuaan dini, membuat kulit tampak kusam, dan memicu masalah jerawat.
Bagi banyak perempuan, dampak ini sering kali baru disadari setelah penggunaan dalam jangka waktu tertentu.
Baca Juga: Pancake: Simbol Kehangatan Sarapan dalam Sepinggan Kelezatan
Tren vape yang terus berkembang di kalangan perempuan perlu disikapi dengan bijak. Di balik tampilannya yang modern dan rasa yang beragam, terdapat berbagai risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan.
Kesadaran akan bahaya ini menjadi langkah awal untuk melindungi diri dan menjaga kualitas hidup di masa depan. (Farah Arisanti)
Editor : Ina Herdiyana