RadarBangkalan.id - Australia tengah menghadapi lonjakan kasus difteri terbesar dalam beberapa dekade terakhir setelah lebih dari 220 kasus tercatat sepanjang tahun 2026.
Peningkatan kasus tersebut mendorong pemerintah Australia menyiapkan paket dukungan kesehatan darurat guna menekan penyebaran penyakit yang sangat menular itu.
Baca Juga: Daya Tahan Tubuh Lemah? Ini 11 Cara Alami Meningkatkan Imun
Menteri Kesehatan Australia, Mark Butler, menyebut lonjakan kasus difteri sebagai situasi yang “sangat mengkhawatirkan”.
Menurutnya, jumlah kasus tahun ini mencapai sekitar 30 kali lipat dibanding rata-rata kasus difteri dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah federal kini bekerja sama dengan otoritas kesehatan negara bagian untuk memperluas cakupan vaksinasi dan mengerahkan tenaga medis tambahan, terutama di wilayah komunitas pribumi terpencil yang menjadi pusat penyebaran wabah.
Baca Juga: Nafsu Makan Sulit Dikontrol? Ini 10 Cara Efektif Menurunkannya
Difteri Bisa Berakibat Fatal
Diphtheria merupakan infeksi bakteri yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian, terutama pada anak-anak.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Bangkalan Disorot, Makanan Balita Baru Tiba Sore Hari
Sebelum vaksin ditemukan, penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian anak di berbagai negara.
Difteri sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun, wabah dapat kembali muncul ketika tingkat kekebalan masyarakat menurun atau cakupan vaksinasi tidak optimal.
Baca Juga: Video “Guru Bahasa Inggris vs Murid” Viral di TikTok dan X, Benarkah Ada Part 2 di Telegram?
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, turut mengimbau masyarakat agar memastikan vaksinasi mereka telah diperbarui.
Ia menyebut vaksinasi sebagai langkah paling penting yang dapat dilakukan masyarakat untuk melindungi diri dari penyebaran penyakit.
Baca Juga: Chelsea Tundukkan Tottenham Hotspur 2-1, Asa ke Eropa Tetap Hidup hingga Pekan Terakhir
Pemerintah Fokus pada Wilayah Terpencil
Penyebaran kasus difteri dilaporkan banyak terjadi di komunitas terpencil yang memiliki akses layanan kesehatan lebih terbatas.
Karena itu, pemerintah Australia memprioritaskan distribusi vaksin dan tenaga kesehatan tambahan ke wilayah-wilayah tersebut guna mempercepat penanganan wabah.
Baca Juga: Arsenal Resmi Juara Premier League Setelah Bournemouth Tahan Manchester City 1-1
Otoritas kesehatan juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya vaksinasi dan deteksi dini gejala difteri.
Baca Juga: Baliho Tanpa Izin di Sampang Ditertibkan, Satpol PP Tegaskan Tak Ada Toleransi
Editor : Ubaidillah