News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Wanita Bekasi Alami Gagal Ginjal Stadium 5 Meski Rajin Minum Air Putih, Ternyata Ini Pemicunya

Ubaidillah • Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41 WIB
Foto: tangkapan layar viral
Foto: tangkapan layar viral

 

RadarBangkalan.id - Kisah seorang perempuan asal Bekasi bernama Sema Chintya viral di media sosial setelah dirinya didiagnosis gagal ginjal stadium 5 pada usia muda.

Meski merasa cukup menjaga kesehatan dengan rutin minum air putih, Sema tidak menyangka hipertensi yang selama ini diabaikan justru menjadi penyebab utama kerusakan ginjalnya.

Baca Juga: Australia Darurat Difteri, Lebih dari 220 Kasus Tercatat pada 2026

Ia mengaku baru mengetahui kondisi tersebut pada 2024 setelah muncul banyak lebam di tubuhnya. Saat menjalani pemeriksaan, tekanan darahnya tercatat sangat tinggi hingga mencapai 193/129 mmHg.

“Aku memang ketahuan hipertensi sejak usia 25 tahun saat hamil, tapi aku tidak rutin minum obat,” ujar Sema dalam unggahan TikTok yang dikutip detikcom.

Baca Juga: Daya Tahan Tubuh Lemah? Ini 11 Cara Alami Meningkatkan Imun

Gejala Awal Muncul di Wajah

Beberapa bulan sebelum divonis mengalami Kidney failure, Sema mulai menyadari perubahan pada wajahnya.

Baca Juga: Nafsu Makan Sulit Dikontrol? Ini 10 Cara Efektif Menurunkannya

Ia mengalami pembengkakan di area wajah dan kantung mata, tetapi mengira kondisi tersebut hanya akibat kelelahan biasa.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Bangkalan Disorot, Makanan Balita Baru Tiba Sore Hari

Belakangan dokter menjelaskan bahwa wajah bengkak tersebut merupakan edema atau penumpukan cairan yang menjadi salah satu tanda gangguan ginjal.

Menurut pengakuannya, kondisi wajah bengkak itu sudah terjadi selama lebih dari tujuh bulan sebelum diagnosis ditegakkan.

Selain pembengkakan wajah, ia juga mengalami berbagai gejala lain seperti:

Hipertensi Jadi Pemicu Kerusakan Ginjal

Kasus ini menjadi pengingat bahwa rajin minum air putih saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan ginjal jika faktor risiko lain seperti hipertensi tidak dikendalikan.

Sema mengaku pernah menjalani pemeriksaan kesehatan sekitar dua tahun sebelum diagnosis gagal ginjal. Namun saat itu ia tidak menyadari fungsi ginjalnya sudah menurun hingga sekitar 47 persen.

Baca Juga: Video “Guru Bahasa Inggris vs Murid” Viral di TikTok dan X, Benarkah Ada Part 2 di Telegram?

Ia juga menyesali kebiasaannya mengabaikan sakit kepala yang ternyata berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

“Kebiasaan yang paling berdampak itu menghiraukan sakit kepala, overthinking, dan stres,” katanya.

Bagaimana Hipertensi Merusak Ginjal?

Hypertension dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah pada ginjal.

Ketika aliran darah menuju ginjal terganggu, organ tersebut tidak mampu menyaring limbah dan cairan secara optimal.

Baca Juga: Chelsea Tundukkan Tottenham Hotspur 2-1, Asa ke Eropa Tetap Hidup hingga Pekan Terakhir

Akibatnya, cairan berlebih akan menumpuk dalam tubuh dan membuat tekanan darah semakin meningkat. Kondisi ini dapat mempercepat kerusakan ginjal hingga berkembang menjadi gagal ginjal kronis.

Hipertensi diketahui menjadi salah satu penyebab utama gagal ginjal selain diabetes.

Jangan Abaikan Gejala Ringan

Gangguan ginjal sering berkembang perlahan dan tidak menimbulkan gejala berat pada tahap awal.

Baca Juga: Wartawan Bangkalan Diancam Dibunuh Lewat WhatsApp usai Soroti Dugaan Pemotongan Dana PIP

Karena itu, pemeriksaan tekanan darah dan fungsi ginjal secara rutin sangat penting, terutama bagi penderita hipertensi.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

Deteksi dini dapat membantu mencegah kerusakan ginjal berkembang menjadi stadium lanjut.

Baca Juga: Bansos Beras Bulog di Bangkalan Diduga Tak Tepat Sasaran, Forum Pemuda Siap Lapor Polisi

Editor : Ubaidillah
#gejala gagal ginjal #hipertensi #penyakit ginjal #gagal ginjal #minum air putih