RadarBangkalan.id - Stroke selama ini identik dengan penyakit yang menyerang usia lanjut. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kasus stroke pada kelompok usia muda mulai mengalami peningkatan dan menjadi perhatian para tenaga medis.
Secara umum, stroke ditandai dengan mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, gangguan keseimbangan, hingga sakit kepala hebat yang muncul mendadak tanpa penyebab jelas.
Baca Juga: Wanita Bekasi Alami Gagal Ginjal Stadium 5 Meski Rajin Minum Air Putih, Ternyata Ini Pemicunya
Ahli neurologi Dr Rena Sukhdeo Singh mengungkapkan bahwa gaya hidup modern menjadi salah satu faktor terbesar yang memicu peningkatan kasus stroke pada usia muda.
Dikutip dari Newsweek, Singh menilai pola makan yang buruk serta minim aktivitas fisik menjadi kombinasi berbahaya yang meningkatkan risiko stroke sejak usia produktif.
Baca Juga: Australia Darurat Difteri, Lebih dari 220 Kasus Tercatat pada 2026
Obesitas Jadi Faktor Risiko Besar
Peningkatan berat badan dan obesitas disebut menjadi salah satu pemicu utama stroke pada generasi muda.
Terapis cedera otak Natalie Mackenzie menjelaskan bahwa obesitas sering berkaitan dengan tekanan darah tinggi, diabetes, serta kolesterol tinggi yang dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke.
Baca Juga: Daya Tahan Tubuh Lemah? Ini 11 Cara Alami Meningkatkan Imun
Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk.
Mackenzie menegaskan bahwa diabetes memiliki dampak serius terhadap kesehatan pembuluh darah dan jantung, mirip dengan efek tekanan darah tinggi maupun obesitas.
Baca Juga: Nafsu Makan Sulit Dikontrol? Ini 10 Cara Efektif Menurunkannya
Sementara itu, Singh menyoroti pola kerja masyarakat modern yang cenderung kurang bergerak karena banyak bekerja di depan komputer atau duduk terlalu lama.
Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya konsumsi makanan cepat saji yang kaya gula, garam, dan lemak.
“Masing-masing kondisi tersebut secara independen meningkatkan risiko stroke,” jelas Singh.
Spesialis radiologi Dr dr Jacub Pandelaki, SpRad juga menilai pola makan instan dan fast food menjadi salah satu penyebab meningkatnya stroke di usia muda.
Menurutnya, makanan cepat saji umumnya mengandung kadar gula, garam, lemak, hingga zat tambahan kimia yang tinggi.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Bangkalan Disorot, Makanan Balita Baru Tiba Sore Hari
“Pola hidup mempunyai pengaruh yang besar, itulah kenapa pada usia muda sekarang ini bisa dimungkinkan terkena stroke,” ujar dr Jacub.
Stres Tinggi Ikut Memicu Stroke
Selain pola makan, stres berkepanjangan juga menjadi faktor penting yang meningkatkan risiko stroke pada anak muda.
Dr Singh menjelaskan bahwa stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang berdampak pada naiknya tekanan darah dan mempercepat kerusakan pembuluh darah.
Natalie Mackenzie menyebut tubuh manusia sebenarnya tidak dirancang untuk menjalani aktivitas dengan tingkat tekanan tinggi secara terus-menerus.
Baca Juga: Video “Guru Bahasa Inggris vs Murid” Viral di TikTok dan X, Benarkah Ada Part 2 di Telegram?
Kondisi stres kronis juga membuat seseorang cenderung memilih makanan instan, kurang tidur, dan jarang berolahraga sehingga memperburuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Gejala Awal Stroke pada Usia Muda
Spesialis saraf dr Al Rasyid SpS(K) mengatakan gejala stroke pada usia muda umumnya tidak berbeda dengan pasien lanjut usia.
Baca Juga: Wartawan Bangkalan Diancam Dibunuh Lewat WhatsApp usai Soroti Dugaan Pemotongan Dana PIP
Beberapa gejala stroke yang perlu diwaspadai antara lain:
- Senyum tampak tidak simetris
- Sulit menelan
- Salah satu sisi tubuh mendadak lemah
- Bicara pelo atau sulit dipahami
- Kesemutan atau mati rasa pada separuh tubuh
- Penglihatan kabur mendadak
- Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba
- Gangguan keseimbangan dan sempoyongan
Menurut dr Rasyid, sakit kepala akibat stroke biasanya muncul mendadak dan terasa berbeda dari sakit kepala biasa yang pernah dialami sebelumnya.
Baca Juga: Baliho Tanpa Izin di Sampang Ditertibkan, Satpol PP Tegaskan Tak Ada Toleransi
Pentingnya Penanganan Cepat
Dokter menekankan bahwa stroke merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin.
Jika seseorang mengalami gejala-gejala stroke, segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dini.
Baca Juga: Muhadjir Effendy Dipanggil KPK Terkait Korupsi Kuota Haji, Ini Alasannya
Penanganan cepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan otak permanen hingga kematian akibat stroke.
Editor : Ubaidillah