News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kasus COVID-19 di Singapura Naik Jadi 12.700, Varian Nimbus Dominan

Ubaidillah • Sabtu, 23 Mei 2026 | 06:27 WIB
Situasi COVID-18 di Singapura. (Foto: Getty Images)
Situasi COVID-18 di Singapura. (Foto: Getty Images)

 

RadarBangkalan.id - Kasus COVID-19 di Singapura kembali mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Singapura atau Communicable Diseases Agency (CDA) melaporkan jumlah kasus mencapai 12.700 pada periode 10-16 Mei 2026.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sekitar 8.000 kasus.

Baca Juga: Heatstroke Bisa Sebabkan Kejang hingga Hilang Kesadaran, IDAI Ungkap Tanda Awalnya

Selain kenaikan jumlah kasus, rata-rata pasien rawat inap akibat COVID-19 juga mengalami peningkatan selama periode tersebut.

“Dalam pernyataan pada 21 Mei, CDA menambahkan bahwa rata-rata jumlah rawat inap harian akibat COVID-19 meningkat dari 56 menjadi 73 selama periode yang sama, dengan rata-rata satu kasus di unit perawatan intensif setiap hari,” tulis laporan CDA yang dikutip dari The Straits Times.

Baca Juga: Viral di Instagram, Wanita Bekasi Derita TB Tulang sampai Harus Cuci Darah

Meski terjadi lonjakan kasus, otoritas kesehatan Singapura memastikan kapasitas rumah sakit umum masih mampu menangani peningkatan pasien COVID-19.

CDA mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus COVID-19 yang kembali meningkat di negara tersebut.

Baca Juga: Dokter Sebut Wajah Sembap Bisa Jadi Gejala Gagal Ginjal Stadium Akhir

“Seperti halnya penyakit pernapasan endemik lainnya, gelombang COVID-19 periodik diperkirakan akan terjadi sepanjang tahun,” kata CDA.

Baca Juga: Kurang Tidur Bisa Sebabkan Obesitas? Ini Penjelasan Medisnya

Otoritas kesehatan juga menegaskan hingga kini belum ada indikasi bahwa varian COVID-19 yang beredar di Singapura lebih menular atau menyebabkan gejala lebih parah dibandingkan varian sebelumnya.

Menurut CDA, lonjakan kasus kemungkinan dipengaruhi oleh menurunnya kekebalan populasi atau herd immunity terhadap COVID-19.

Saat ini, varian NB.1.8.1 atau yang dikenal sebagai varian Nimbus menjadi strain dominan di Singapura. Varian tersebut disebut mencakup lebih dari separuh kasus COVID-19 yang telah dilakukan pengurutan genom secara lokal.

Meski demikian, CDA memastikan vaksin COVID-19 yang tersedia saat ini masih efektif memberikan perlindungan terhadap varian tersebut.

Baca Juga: Bisakah Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit? Ini Penjelasan Medisnya

Pemerintah Singapura juga mengimbau kelompok rentan untuk segera memperbarui vaksinasi COVID-19. Kelompok tersebut meliputi warga lanjut usia di atas 60 tahun, penghuni fasilitas perawatan lansia, hingga individu dengan kondisi medis tertentu.

Selain itu, tenaga kesehatan dan masyarakat yang tinggal atau bekerja bersama kelompok rentan juga dianjurkan untuk mendapatkan vaksin COVID-19 terbaru.

Baca Juga: Wajah Bengkak Ternyata Tanda Gagal Ginjal, Wanita Bekasi Kini Cuci Darah 2 Kali Seminggu

CDA turut mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan diri, memakai masker saat sakit, serta mengurangi aktivitas sosial dan perjalanan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

Editor : Ubaidillah
#lonjakan kasus covid-19 #herd immunity #varian nimbus #singapura #COVID-19