RadarBangkalan.id - Cairan yang keluar dari vagina saat berhubungan intim atau ketika masa subur sebenarnya dapat menjadi kondisi normal. Cairan tersebut diproduksi tubuh untuk membantu proses penetrasi dan mempermudah pergerakan sperma menuju sel telur.
Namun, seorang wanita berusia 36 tahun mengeluhkan munculnya cairan kuning pekat dari vagina yang disertai bau tidak sedap hingga meninggalkan bekas di celana dalam. Ia mengaku sudah mencoba membersihkan area intim menggunakan air rebusan daun sirih, tetapi keluhan tidak kunjung membaik.
Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Mario Krishna, menjelaskan bahwa menjaga kebersihan area intim sangat penting untuk mencegah gangguan pada organ kewanitaan.
Membersihkan area intim sebaiknya menggunakan air bersih dan dikeringkan dengan baik agar tidak lembap. Selain itu, wanita dianjurkan menghindari penggunaan pakaian dalam dan celana yang terlalu ketat.
Baca Juga: Kulit Sering Gatal dan Badan Linu, Apakah Tanda Imun Tubuh Bermasalah?
Mengganti pakaian dalam secara rutin saat terasa lembap juga penting dilakukan. Penggunaan pantyliner setiap hari juga tidak dianjurkan karena dapat membuat area intim menjadi lebih lembap.
Cara membasuh area kewanitaan juga perlu diperhatikan. Membersihkan vagina dianjurkan dari arah depan ke belakang atau menuju anus untuk mencegah perpindahan bakteri.
Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Perut pada Bayi, Kenali Penyebabnya Sejak Dini
Dokter juga menegaskan bahwa membersihkan area intim menggunakan air rebusan daun sirih atau ramuan tertentu tidak disarankan karena dapat mengganggu keseimbangan alami pada vagina.
Jika cairan kuning pekat dan bau tidak sedap masih terus muncul meski kebersihan sudah dijaga dengan baik, pasien disarankan segera memeriksakan diri ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Pup Anak! Warna dan Tekstur Feses Bisa Jadi Tanda Kesehatan Pencernaan
Keluhan seperti keputihan berwarna kuning, berbau menyengat, terasa gatal, nyeri, atau menyebabkan iritasi bisa menjadi tanda adanya infeksi yang membutuhkan penanganan medis.
Editor : Ubaidillah