News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

BGN Hentikan Sementara 1.152 Dapur MBG, Ini Penyebabnya

Ubaidillah • Selasa, 26 Mei 2026 | 07:08 WIB
Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Foto: Gilang Faturahman/detikfoto

 

RadarBangkalan.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap masih ada 1.152 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dihentikan sementara operasionalnya.

Penghentian sementara dilakukan karena dapur MBG tersebut masih menjalani proses pembenahan dan penyesuaian standar layanan.

Baca Juga: BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG yang Tak Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan pemerintah tidak akan memberi toleransi terhadap standar kualitas dalam pelaksanaan program MBG.

“Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas Program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Dadan dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Jangan Sepelekan Sarden Kalengan Penyok, Ini Risiko BPA dan Kontaminasi Bakteri

Lebih dari 4.500 SPPG Pernah Dihentikan Sementara

BGN mencatat sejak awal 2025 hingga saat ini terdapat total 4.581 SPPG yang sempat dihentikan sementara untuk menjalani evaluasi serta peningkatan kualitas layanan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.429 SPPG telah kembali beroperasi setelah dinyatakan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?

Sementara itu, sebanyak 1.152 SPPG lainnya masih menjalani proses perbaikan dan pembenahan fasilitas.

Belum Punya IPAL hingga Sertifikat Higiene

Menurut Dadan, sejumlah dapur MBG mendapat Surat Peringatan (SP) karena belum memenuhi beberapa syarat penting dalam operasional layanan gizi.

Baca Juga: Kulit Sering Gatal dan Badan Linu, Apakah Tanda Imun Tubuh Bermasalah?

Beberapa masalah yang ditemukan antara lain infrastruktur yang belum sesuai standar, belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

BGN menegaskan dapur MBG yang telah menyelesaikan pembenahan dan memenuhi seluruh ketentuan akan diberikan kesempatan untuk kembali beroperasi.

“Kami ingin memastikan kualitas program terus meningkat dari waktu ke waktu,” kata Dadan.

Mitra Lama Tetap Diberi Kesempatan Beroperasi

Dadan menjelaskan sebagian besar SPPG yang saat ini masih menjalani proses perbaikan merupakan mitra yang telah berkontribusi sejak awal pelaksanaan program MBG.

Karena itu, pemerintah tetap membuka peluang bagi para mitra tersebut untuk kembali beroperasi setelah memenuhi standar terbaru yang ditetapkan BGN.

Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Perut pada Bayi, Kenali Penyebabnya Sejak Dini

“Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Karena itu, proses pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional,” tutupnya.

Program MBG sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan dan pelajar.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Pup Anak! Warna dan Tekstur Feses Bisa Jadi Tanda Kesehatan Pencernaan

Editor : Ubaidillah
#perbaikan standar #Program Makan Bergizi #Mbg #badan gizi nasional #SPPG