RadarBangkalan.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap berbagai pelanggaran yang dapat menyebabkan penghentian sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pelanggaran tersebut mencakup dugaan mark up harga bahan baku, ketidaksesuaian penggunaan anggaran, hingga kasus keamanan pangan yang berdampak pada penerima manfaat.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang, mengatakan ribuan dapur MBG telah dikenai sanksi suspend sejak program nasional tersebut mulai berjalan pada Januari 2025.
Baca Juga: Kenkulus Viral Disebut Balita Genius, Ini Menu Makanan Favorit yang Dikonsumsi Sejak Kecil
Menurut Nanik, salah satu pelanggaran yang mendapat perhatian serius adalah munculnya dugaan gangguan kesehatan pada penerima manfaat setelah mengonsumsi makanan yang disediakan SPPG. Kasus yang dilaporkan antara lain gangguan pencernaan, diare, hingga muntah-muntah.
Selain aspek keamanan pangan, BGN juga melakukan tindakan tegas terhadap dapur MBG yang tidak menjalankan tata kelola anggaran sesuai ketentuan. Setiap SPPG diwajibkan menggunakan alokasi bahan baku sesuai standar yang telah ditetapkan, yakni berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan.
Baca Juga: Orang Indonesia Dinilai Terlalu Banyak Konsumsi Karbohidrat, Asupan Protein Sering Terlupakan
Apabila ditemukan indikasi mark up harga bahan baku atau penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan ketentuan, dapur MBG dapat dikenai sanksi penghentian sementara operasional.
Tak hanya itu, BGN juga memberikan sanksi suspend kepada dapur yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan sanitasi. Beberapa pelanggaran yang menjadi alasan penghentian sementara antara lain bangunan dapur yang tidak sesuai petunjuk teknis, belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta kurangnya fasilitas dan peralatan yang memenuhi standar operasional.
Baca Juga: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Diduga Akibat Manicure UV, Dokter Bagikan Tips Aman
Lebih dari 8 Ribu Dapur MBG Pernah Disuspend
Berdasarkan data BGN, sejak 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026 terdapat 8.182 SPPG yang pernah dikenai sanksi suspend.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.659 dapur telah kembali beroperasi setelah melakukan berbagai perbaikan sesuai rekomendasi BGN. Sementara itu, 2.213 SPPG lainnya masih menjalani proses pembenahan agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
Baca Juga: Kenapa Pelari Sering Mules Sebelum Race? Dokter Ungkap Penyebabnya
BGN menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang berpotensi menurunkan kualitas makanan maupun membahayakan kesehatan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.
Karena itu, pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh dapur MBG akan terus diperketat guna memastikan makanan yang disalurkan kepada masyarakat memenuhi standar keamanan, kualitas gizi, dan tata kelola yang baik.
Baca Juga: Kenapa Pelari Sering Kebelet BAB Saat Race? Ini Penjelasan Dokter Olahraga
Editor : Ubaidillah