RadarBangkalan.id - Singapura kini resmi masuk dalam daftar wilayah blue zone dunia, yakni kawasan yang dikenal memiliki konsentrasi penduduk dengan usia harapan hidup sangat tinggi.
Status tersebut menempatkan Singapura sejajar dengan wilayah blue zone terkenal seperti Ikaria, Okinawa, Nicoya, Sardinia, dan Loma Linda.
Baca Juga: Bocah 7 Tahun Kena Gagal Ginjal Stadium 5, Awalnya Dikira Penyakit Biasa
Berdasarkan data terbaru dari Department of Statistics Singapore, angka harapan hidup penduduk Singapura mencapai 83,9 tahun pada 2025.
Rinciannya, laki-laki memiliki harapan hidup rata-rata 81,8 tahun, sementara perempuan mencapai 86 tahun. Bahkan warga yang telah berusia 65 tahun diperkirakan masih dapat hidup hingga rata-rata usia 86,6 tahun.
Apa Itu Blue Zone?
Blue zone merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan wilayah dengan jumlah penduduk berusia panjang yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.
Baca Juga: Viral Tren Strava Fridge, Profesor IPB Ungkap Bahaya Sering Buka-Tutup Kulkas Minimarket
Penelitian mengenai blue zone menunjukkan bahwa umur panjang tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga gaya hidup, lingkungan, pola makan, hubungan sosial, dan kebijakan kesehatan masyarakat.
1. Pajak Tinggi untuk Rokok dan Alkohol
Salah satu faktor yang dianggap berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat Singapura adalah kebijakan pemerintah yang ketat terhadap konsumsi rokok dan alkohol.
Harga rokok dan minuman beralkohol yang relatif tinggi akibat pajak membuat konsumsi kedua produk tersebut lebih terkendali. Selain itu, aturan larangan merokok di banyak area publik juga membantu mengurangi paparan asap rokok bagi masyarakat.
Baca Juga: Minuman Manis Bisa Picu Gagal Ginjal, Kemenkes Soroti Konsumsi Tinggi pada Anak
Kebijakan ini dinilai turut mendukung kesehatan jantung, paru-paru, serta menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.
2. Banyak Ruang Hijau dan Lingkungan Bersih
Singapura dikenal sebagai kota modern yang tetap mengedepankan ruang hijau. Pemerintah secara konsisten mengintegrasikan taman, pepohonan, dan area terbuka ke dalam tata kota.
Lingkungan yang bersih dan nyaman mendorong masyarakat untuk lebih aktif bergerak, berjalan kaki, berolahraga, serta menikmati aktivitas luar ruangan.
Keberadaan ruang hijau juga dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih baik dan tingkat stres yang lebih rendah.
Baca Juga: Waspadai 5 Gejala Kanker Darah di Kulit yang Sering Dianggap Sepele
3. Menerapkan Prinsip Power 9
Peneliti umur panjang Dan Buettner mengidentifikasi sembilan kebiasaan utama yang banyak ditemukan pada masyarakat berumur panjang di berbagai blue zone dunia. Konsep tersebut dikenal sebagai Power 9.
Beberapa prinsip yang termasuk dalam Power 9 meliputi:
Baca Juga: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi Program MBG, Kejagung Ungkap Modusnya
- Bergerak secara alami dalam aktivitas sehari-hari.
- Memiliki tujuan hidup yang jelas.
- Mengelola stres secara rutin.
- Berhenti makan sebelum terlalu kenyang.
- Mengonsumsi lebih banyak makanan nabati.
- Menjaga hubungan sosial yang kuat.
- Menjadi bagian dari komunitas.
- Menempatkan keluarga sebagai prioritas.
- Bergaul dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan sehat.
Peran Pemerintah Sangat Besar
Keberhasilan Singapura menjadi blue zone tidak hanya bergantung pada pilihan individu, tetapi juga didukung kebijakan publik yang konsisten.
Baca Juga: Susah BAB Selama 23 Tahun, Hasil Rontgen Wanita Taiwan Ini Bikin Merinding
Mulai dari sistem kesehatan yang kuat, pengendalian konsumsi rokok dan alkohol, penyediaan ruang hijau, hingga kampanye gaya hidup sehat menjadi faktor penting yang membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kombinasi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat inilah yang membuat Singapura kini menjadi salah satu negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia.
Editor : Ubaidillah