News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Sedang Tren, Olahraga Padel Ternyata Berisiko Sebabkan Saraf Kejepit

Ubaidillah • Minggu, 7 Juni 2026 | 05:47 WIB
Ilustrasi padel (Foto: Getty Images/Bruby)
Ilustrasi padel (Foto: Getty Images/Bruby)

 

RadarBangkalan.id - Olahraga padel semakin populer di berbagai kota besar Indonesia. Perpaduan antara tenis dan squash ini diminati karena mudah dimainkan oleh pemula, menyenangkan, serta menjadi aktivitas yang banyak dibagikan di media sosial.

Meski terlihat ringan dan menghibur, padel tetap memiliki risiko cedera apabila dilakukan tanpa persiapan yang memadai. Salah satu gangguan yang perlu diwaspadai adalah saraf kejepit akibat gerakan tubuh yang berulang dan tidak tepat.

Baca Juga: Telur Ceplok vs Telur Dadar Campur Tepung, Mana Lebih Bergizi untuk Anak?

Dokter spesialis bedah saraf, dr Victorio SpBS dari Lamina Hospital, mengingatkan bahwa olahraga padel tidak boleh dianggap remeh. Menurutnya, gerakan memutar tubuh saat melakukan pukulan atau swing berpotensi memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang.

"Risiko saraf kejepit bisa muncul ketika pemain melakukan gerakan swing atau memutar pinggang secara tiba-tiba, terutama saat mengejar bola yang berada di posisi sulit," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa gerakan mendadak tersebut dapat membuat bantalan tulang belakang atau diskus mengalami tekanan yang berlebihan. Jika kondisi ini terus terjadi berulang kali, bantalan dapat mengalami kerusakan hingga memicu saraf kejepit.

Baca Juga: Telur Ceplok vs Telur Dadar Campur Tepung, Mana Lebih Bergizi untuk Anak?

Padel dimainkan di lapangan yang lebih kecil dibandingkan tenis dan dikelilingi dinding kaca. Karakter permainan yang cepat membuat pemain harus terus bergerak, berlari, dan melakukan perubahan arah dalam waktu singkat.

Karena itu, persiapan fisik sebelum bermain menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko cedera. Pemanasan yang cukup membantu otot, sendi, dan tulang belakang lebih siap menerima beban aktivitas selama pertandingan.

Selain pemanasan, pemain juga disarankan mengenali batas kemampuan tubuh masing-masing dan tidak memaksakan diri bermain secara berlebihan.

Baca Juga: Jangan Terkecoh Less Sugar, BPOM Minta Konsumen Perhatikan Nutri Level

Menurut dr Victorio, aktivitas olahraga seharusnya dilakukan secara bertahap sesuai kondisi fisik agar manfaat kesehatan dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko cedera.

Dengan persiapan yang tepat, teknik bermain yang baik, serta intensitas yang sesuai kemampuan tubuh, olahraga padel tetap bisa menjadi pilihan aktivitas yang aman sekaligus menyehatkan.

Baca Juga: Olahraga Terlalu Keras Bisa Picu Gagal Ginjal? Kenali Bahaya Rhabdomyolysis

Editor : Ubaidillah
#risiko saraf kejepit #olahraga padel #cedera olahraga #padel #saraf kejepit