RadarBangkalan.id – Kitolod atau Isotoma longiflora adalah tanaman liar yang sering dianggap gulma, namun memiliki tempat tersendiri dalam pengobatan tradisional masyarakat Indonesia.
Tanaman ini mudah dikenali dari bentuk bunganya yang unik, menyerupai bintang berwarna putih bersih dengan tangkai yang panjang dan ramping.
Meskipun sering tumbuh di tempat yang lembap dan teduh seperti tepi selokan atau area berbatu. Kitolod menyimpan manfaat kesehatan yang cukup dikenal luas.
Baca Juga: Kaldu Kokot: Hidangan Berkuah Khas Madura dengan Cita Rasa Autentik
Kitolod paling populer digunakan sebagai obat tetes mata alami. Masyarakat tradisional sering menggunakan air dari bagian tangkai bunga untuk meredakan iritasi mata, peradangan, atau gejala katarak.
Selain itu, tanaman ini juga dikenal memiliki sifat antibakteri dan antiradang yang digunakan untuk membantu menyembuhkan luka luar atau meredakan sakit gigi. Meskipun memiliki khasiat tradisional, getah tanaman Kitolod bersifat racun (toksik).
Jika terkena kulit secara berlebihan, getah ini dapat menyebabkan iritasi atau rasa terbakar. Penggunaan untuk mata sangat berisiko jika dosis atau cara pengolahannya tidak tepat, karena dapat menyebabkan iritasi parah hingga kerusakan kornea.
Sangat disarankan untuk tidak menggunakan Kitolod tanpa konsultasi atau panduan dari ahli pengobatan herbal yang berpengalaman. (Athoya Hanin)
Editor : Ina Herdiyana