News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Begini Cara Kerja ICD yang Menyelamatkan Nyawa Christian Eriksen Saat Jantung Bermasalah

Ubaidillah • Rabu, 10 Juni 2026 | 06:21 WIB
Foto: Manchester United via Getty Imag/Ash Donelon
Foto: Manchester United via Getty Imag/Ash Donelon

 

RadarBangkalan.id - Pesepak bola Denmark, Christian Eriksen, memastikan kondisinya saat ini dalam keadaan baik setelah mengalami insiden kolaps saat pertandingan internasional antara Denmark dan Ukraina.

Gelandang berusia 34 tahun tersebut kini menjalani masa pemulihan di rumah bersama keluarganya. Berbeda dengan kejadian yang dialaminya pada ajang UEFA Euro 2020, kali ini Eriksen dapat segera sadar dan berjalan keluar lapangan tanpa harus menjalani proses penyelamatan yang panjang.

Baca Juga: Harga Obat Mulai Naik Imbas Rupiah Melemah, Menkes Budi Buka Suara

Pemulihan cepat tersebut didukung oleh alat medis bernama Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) yang telah ditanam di dalam tubuhnya sejak insiden henti jantung pada tahun 2021.

Apa Itu ICD?

ICD merupakan perangkat medis berukuran kecil yang dipasang di dalam tubuh untuk memantau aktivitas jantung secara terus-menerus. Alat ini mampu mendeteksi gangguan irama jantung berbahaya dan memberikan terapi berupa sengatan listrik otomatis ketika diperlukan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Takut Dokter Gigi, Coba Program First Dental Visit dari Medikids

Menurut pakar kardiologi, perangkat tersebut berfungsi sebagai sistem pengaman yang bekerja secara real-time untuk mencegah kondisi yang dapat mengancam nyawa akibat gangguan irama jantung.

Cara Kerja ICD Saat Jantung Bermasalah

Ketika ICD mendeteksi detak jantung yang terlalu cepat atau tidak teratur, alat akan segera mengirimkan impuls listrik atau sengatan untuk mengembalikan ritme jantung ke kondisi normal.

Baca Juga: Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax Rp 3.950 per Liter, Berlaku Hari Ini

Pada insiden terbaru yang dialami Eriksen, perangkat tersebut diduga langsung merespons saat terjadi gangguan irama jantung. Respons cepat ini membuat kondisi dapat dikendalikan dalam hitungan detik tanpa harus menunggu penggunaan alat defibrillator eksternal.

Keberadaan ICD memungkinkan aliran darah ke otak dan organ vital tetap terjaga sehingga risiko komplikasi serius dapat diminimalkan.

Baca Juga: Mulai 1 Juni 2026, Peserta BPJS Tak Bisa Kontrol Sebelum Tanggal yang Ditentukan

Sensasi Saat ICD Memberikan Kejutan Listrik

Meski efektif menyelamatkan nyawa, sengatan listrik yang diberikan ICD dapat terasa cukup kuat bagi penggunanya.

Sejumlah ahli menggambarkan sensasi tersebut seperti pukulan keras di area dada. Namun, efek tersebut jauh lebih aman dibandingkan risiko yang dapat terjadi jika gangguan irama jantung tidak segera ditangani.

Dipasang Setelah Insiden Euro 2021

ICD dipasang pada tubuh Eriksen beberapa hari setelah dirinya mengalami henti jantung saat pertandingan di Euro 2021. Sejak saat itu, perangkat tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas fungsi jantungnya.

Baca Juga: Anak Usia Berapa Boleh Diberi Susu Formula? Ini Kata Prof Rini Sekartini

Insiden terbaru kembali menunjukkan pentingnya teknologi medis modern dalam membantu pasien dengan risiko gangguan irama jantung berat, termasuk atlet profesional yang tetap aktif berkompetisi di level tertinggi.

Editor : Ubaidillah
#christian eriksen #ICD #alat medis #kesehatan jantung