BANGKALAN, RadarMadura.id – Upaya memutus rantai penularan tuberkulosis (TBC) terus digencarkan. Puskesmas Blega di bawah pimpinan dr. Safitri menggelar skrining sistematis TBC (SSTB) secara gratis di Musholla Al Kholili, Dusun Bukkol, Desa Karang Gayam, Sabtu (6/6). Kegiatan berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB dan terbuka bagi seluruh masyarakat.
Program ini menyasar warga Desa Karang Gayam, Lomear, Bates sisi timur, dan Karang Panasan sisi selatan. Kelompok berisiko seperti penderita diabetes, kontak erat dengan pasien TBC, anak stunting, hingga orang dengan HIV juga diimbau hadir.
Berbagai layanan kesehatan disiapkan untuk mendukung deteksi dini. Mulai dari pemeriksaan X-ray portable, tes laboratorium Fortuna, konseling TBC, tes molekuler cepat (PCR MTB), hingga rujukan dan pendampingan pemulihan.
Tidak hanya itu, masyarakat juga mendapat edukasi pencegahan, seperti penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, membuka jendela untuk sirkulasi udara, serta menjaga jarak.
Kepala Puskesmas Blega, dr. Safitri, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular.
“Kami ingin masyarakat tidak takut untuk diperiksa. TBC bisa disembuhkan, dan pengobatan tersedia gratis di Puskesmas. Dengan skrining ini, kita lindungi keluarga sekaligus memutus rantai penularan,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam melawan TBC. Pemeriksaan gratis diharapkan meningkatkan kesadaran warga bahwa penyakit ini bukan aib, melainkan masalah kesehatan yang bisa ditangani bersama.
Warga yang ingin mendaftar dapat menghubungi tenaga kesehatan di desa masing-masing
“Silakan masyarakat bisa menghubungi petugas yang ada di desanya masing-masing jika ingin memeriksakan terkait gejala TBC,” pungkas dr. Safitri. (gik/dry)
Editor : Hendriyanto