RadarBangkalan.id - Leukemia atau kanker darah merupakan penyakit yang menyebabkan produksi sel darah abnormal meningkat secara tidak terkendali. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi normal sel darah merah, sel darah putih, maupun trombosit.
Selain menyebabkan gangguan pada sistem tubuh, leukemia juga dapat memunculkan tanda-tanda tertentu pada kulit. Perubahan kulit ini terjadi karena kanker darah dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan kemampuan tubuh dalam menghentikan perdarahan.
Baca Juga: Kanker Payudara Ternyata Bisa Menyerang Pria, Kisah Tyler Mane Buka Kesadaran Baru
Meski perubahan pada kulit tidak selalu berarti seseorang mengalami leukemia, beberapa tanda perlu diperhatikan, terutama jika muncul tanpa penyebab yang jelas.
5 Tanda Kanker Darah yang Bisa Muncul di Kulit
1. Mudah Memar Tanpa Sebab
Salah satu tanda yang dapat muncul pada penderita kanker darah adalah tubuh mudah mengalami memar.
Ahli hematologi-onkologi Firas El Chaer, MD, menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan rendahnya jumlah trombosit dalam tubuh. Padahal, trombosit memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah ketika terjadi luka.
Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan, Bisa Menyerang Usia Muda
Berbeda dengan memar biasa akibat benturan, memar yang berkaitan dengan leukemia dapat muncul lebih sering meski tidak ada cedera yang jelas.
Namun, memar bukan hanya menjadi tanda leukemia karena kondisi lain juga dapat menyebabkan hal serupa.
2. Folikulitis atau Infeksi Kulit
Leukemia dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi karena produksi sel darah putih yang normal terganggu.
Salah satu dampaknya adalah munculnya folikulitis, yaitu infeksi pada folikel rambut yang biasanya terlihat seperti benjolan kecil menyerupai jerawat. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa gatal, kemerahan, atau nyeri pada kulit.
Baca Juga: Diwarnai 3 Kartu Merah, Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan 2-0
3. Kurap atau Infeksi Jamur pada Kulit
Sistem kekebalan tubuh yang melemah membuat penderita kanker darah lebih mudah mengalami infeksi jamur, termasuk kurap atau tinea.
Kurap biasanya ditandai dengan bercak melingkar pada kulit yang terasa gatal. Infeksi ini dapat menyebar melalui kontak langsung maupun lingkungan yang lembap.
Baca Juga: Tak Cuma Rugikan Ekonomi, Korupsi Ternyata Berdampak pada Kesehatan Mental
4. Vaskulitis atau Peradangan Pembuluh Darah
Vaskulitis terjadi ketika pembuluh darah mengalami peradangan dan pembengkakan. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya perubahan warna pada kulit.
Pada permukaan kulit, vaskulitis dapat terlihat berupa bintik merah, ungu, atau cokelat akibat adanya perdarahan di bawah kulit.
Kanker darah menjadi salah satu kondisi yang dapat berkaitan dengan munculnya vaskulitis akibat gangguan sistem kekebalan tubuh.
Baca Juga: Rahasia Kopi Lebih Sehat, Tambahkan Bumbu Dapur Ini untuk Bantu Turunkan Risiko Diabetes
5. Leukemia Cutis
Leukemia cutis merupakan kondisi ketika sel leukemia masuk dan menumpuk pada jaringan kulit. Kondisi ini biasanya muncul pada tahap lanjut leukemia.
Baca Juga: Klaim Membengkak, BPJS Kesehatan Butuh Suntikan Dana Rp 20 Triliun
Gejalanya dapat berupa:
- Bintik atau ruam pada kulit
- Benjolan kecil yang padat (papula)
- Benjolan keras atau kenyal
- Perubahan warna kulit menjadi merah, cokelat, kuning, biru, abu-abu, atau ungu
Leukemia Banyak Dialami Anak, Obesitas Jadi Salah Satu Faktor Risiko
Kanker darah termasuk salah satu jenis kanker yang cukup banyak ditemukan pada anak-anak.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Airlangga, Prof Dr dr I Dewa Gede Ugrasena SpA(K), mengatakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah obesitas.
Baca Juga: Harga Obat Mulai Naik Imbas Rupiah Melemah, Menkes Budi Buka Suara
Menurutnya, kelebihan jaringan lemak dapat menyebabkan peradangan kronis dalam tubuh. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pertumbuhan sel dan meningkatkan risiko munculnya sel abnormal.
Selain itu, obesitas juga dapat menyebabkan gangguan hormon dan metabolisme, termasuk peningkatan kadar insulin serta insulin growth factor yang berperan dalam pertumbuhan sel.
Meski demikian, hubungan antara obesitas dan kanker darah masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Takut Dokter Gigi, Coba Program First Dental Visit dari Medikids
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Perubahan kulit seperti memar, ruam, atau infeksi berulang tidak selalu berarti kanker darah. Namun, pemeriksaan medis diperlukan apabila gejala muncul bersamaan dengan tanda lain seperti:
Baca Juga: BPOM Gerebek Gudang Kosmetik Ilegal di Tangerang, Nilainya Capai Rp 27,6 Miliar
- Mudah lelah berkepanjangan
- Demam tanpa penyebab jelas
- Sering mengalami infeksi
- Berat badan turun tanpa alasan
- Perdarahan yang sulit berhenti
Deteksi lebih awal dapat membantu seseorang mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Editor : Ubaidillah