RadarBangkalan.id - Diabetes merupakan penyakit yang tidak hanya memengaruhi kadar gula dalam darah, tetapi juga dapat berdampak pada berbagai bagian tubuh, termasuk kesehatan mulut.
Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Kondisi ini membuat pengidap diabetes lebih rentan mengalami masalah pada gigi, gusi, hingga jaringan di dalam mulut.
Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan
Salah satu komplikasi mulut yang paling sering terjadi pada penderita diabetes adalah penyakit gusi. Jika tidak ditangani, masalah ini dapat berkembang semakin parah hingga menyebabkan kerusakan jaringan penyangga gigi dan kehilangan gigi.
Penyakit Gusi yang Berkaitan dengan Diabetes
1. Gingivitis
Gingivitis merupakan tahap awal penyakit gusi yang ditandai dengan peradangan pada jaringan lunak di sekitar gigi.
Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan, Bisa Menyerang Usia Muda
Kondisi ini biasanya terjadi akibat penumpukan plak dan karang gigi di sekitar garis gusi. Bakteri yang menumpuk kemudian menyebabkan iritasi sehingga gusi mengalami beberapa perubahan, seperti:
- Gusi tampak merah dan membengkak.
- Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi.
- Muncul rasa tidak nyaman pada area gusi.
Jika kadar gula darah tetap tinggi dan tidak dilakukan perawatan, gingivitis dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Baca Juga: Kanker Payudara Ternyata Bisa Menyerang Pria, Kisah Tyler Mane Buka Kesadaran Baru
2. Periodontitis
Periodontitis merupakan tahap lanjutan dari penyakit gusi yang terjadi ketika infeksi mulai merusak jaringan dan tulang yang menopang gigi.
Baca Juga: Diwarnai 3 Kartu Merah, Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan 2-0
Pada kondisi ini, gusi dapat mulai menjauh dari permukaan gigi dan membentuk kantong yang menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Dampaknya, jaringan penyangga gigi dapat rusak sehingga gigi menjadi goyang dan pada kasus tertentu harus dicabut.
Gejala Diabetes Lain yang Bisa Terlihat di Mulut
Selain masalah gusi, diabetes juga dapat menyebabkan beberapa gangguan mulut lainnya, antara lain:
- Mulut kering akibat produksi air liur yang berkurang. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko luka, sariawan, dan infeksi.
- Sariawan atau thrush, yaitu infeksi jamur yang menyebabkan bercak putih serta rasa sakit di dalam mulut.
- Burning mouth syndrome, yaitu sensasi seperti terbakar pada mulut yang dapat berkaitan dengan kadar gula darah yang tidak terkendali.
- Gangguan indera pengecap yang membuat rasa makanan dan minuman terasa berbeda.
- Gigi berlubang akibat peningkatan plak, konsumsi makanan manis, serta kebersihan mulut yang kurang terjaga.
Baca Juga: Tak Cuma Rugikan Ekonomi, Korupsi Ternyata Berdampak pada Kesehatan Mental
Cara Menjaga Kesehatan Mulut bagi Pengidap Diabetes
Untuk mengurangi risiko komplikasi diabetes pada mulut, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Menjaga kadar gula darah tetap terkendali sesuai anjuran dokter.
- Mengonsumsi makanan bergizi dengan kandungan vitamin, kalsium, serat, dan lemak sehat.
- Membatasi makanan serta minuman tinggi gula.
- Menyikat gigi secara rutin dan menjaga kebersihan mulut.
- Melakukan pemeriksaan gigi secara berkala, idealnya setiap enam bulan sekali.
Baca Juga: Rahasia Kopi Lebih Sehat, Tambahkan Bumbu Dapur Ini untuk Bantu Turunkan Risiko Diabetes
Pemeriksaan rutin membantu menemukan gangguan gigi dan gusi sejak tahap awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Faktor Risiko Penyebab Diabetes
Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes, dr Herry Nursetiyanti, SpPD-KEMD, FINASIM, mengatakan diabetes dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga faktor keturunan.
Gaya Hidup Tidak Sehat
Pola makan tinggi gula, konsumsi karbohidrat berlebihan, kurang aktivitas fisik, obesitas, stres kronis, serta kurang tidur dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
"Gaya hidup seperti pola makan tinggi gula, konsumsi nasi putih berlebihan, kurang aktivitas fisik, hingga obesitas berisiko menyebabkan diabetes tipe 2," ujar dr Herry.
Baca Juga: Rahasia Kopi Lebih Sehat, Tambahkan Bumbu Dapur Ini untuk Bantu Turunkan Risiko Diabetes
Faktor Genetik
Riwayat keluarga juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko diabetes.
Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Takut Dokter Gigi, Coba Program First Dental Visit dari Medikids
Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan diabetes memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyakit tersebut. Bahkan diabetes dapat muncul pada usia muda jika terdapat kombinasi faktor genetik dan pola hidup yang kurang sehat.
Editor : Ubaidillah