News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Piala Dunia 2026 Terapkan Hydration Break, Ini Alasan Pemain Diberi Waktu Minum

Ubaidillah • Minggu, 14 Juni 2026 | 06:15 WIB
Hidrasi penting dalam olahraga apapun. Foto: Getty Images/MihailDechev
Hidrasi penting dalam olahraga apapun. Foto: Getty Images/MihailDechev

 

RadarBangkalan.id - Gelaran Piala Dunia 2026 akan menghadirkan aturan baru yang belum pernah diterapkan secara menyeluruh sebelumnya. FIFA memastikan seluruh pertandingan akan memiliki jeda minum atau hydration break selama 3 menit di setiap babak.

Jeda tersebut akan dilakukan pada menit ke-22 pertandingan. Berbeda dari penerapan sebelumnya yang hanya dilakukan ketika kondisi cuaca dianggap terlalu panas, aturan baru ini berlaku di semua pertandingan tanpa melihat situasi lingkungan.

Baca Juga: Makan Keju Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? Ini 6 Dampaknya

Artinya, laga yang berlangsung di wilayah dengan suhu lebih sejuk seperti Seattle tetap akan mendapatkan hydration break. Bahkan pertandingan yang dimainkan di stadion dengan atap tertutup juga tetap menerapkan jeda minum tersebut.

Apa Fungsi Hydration Break di Piala Dunia 2026?

Menurut FIFA, hydration break merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi fisik pemain agar tetap berada dalam performa terbaik selama pertandingan.

Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan

Kebijakan ini diambil berdasarkan pengalaman dari sejumlah turnamen sebelumnya, termasuk Piala Dunia Antarklub yang berlangsung di Amerika Serikat pada musim panas lalu.

Dalam turnamen tersebut, suhu panas ekstrem menjadi tantangan besar bagi para pemain. Beberapa pemain bahkan mengeluhkan kondisi lapangan yang sangat berat akibat temperatur tinggi.

Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan, Bisa Menyerang Usia Muda

Gelandang Chelsea sekaligus pemain tim nasional Argentina, Enzo Fernández, pernah mengungkapkan dirinya merasa sangat pusing saat bermain dalam kondisi panas yang menurutnya berbahaya.

Pelatih Enzo Maresca juga sempat mengurangi durasi latihan timnya setelah adanya peringatan cuaca ekstrem atau "code red" terkait suhu tinggi di Philadelphia.

Baca Juga: Kanker Payudara Ternyata Bisa Menyerang Pria, Kisah Tyler Mane Buka Kesadaran Baru

Keluhan serupa juga disampaikan pemain Atlético Madrid, Marcos Llorente, yang mengaku mengalami masalah pada kaki akibat panas setelah pertandingan melawan Paris Saint-Germain F.C..

Hydration Break Jadi Perdebatan di Kalangan Penggemar

Meski bertujuan menjaga kesehatan pemain, aturan hydration break tetap menuai kritik dari sebagian pihak.

Sebagian penggemar menilai jeda tambahan tersebut dapat mengubah karakter permainan sepak bola yang selama ini dikenal berlangsung dalam dua babak tanpa penghentian terjadwal seperti olahraga Amerika yang menggunakan sistem quarter.

Baca Juga: Rahasia Kopi Lebih Sehat, Tambahkan Bumbu Dapur Ini untuk Bantu Turunkan Risiko Diabetes

Selain itu, muncul pula kritik mengenai potensi keuntungan bisnis dari aturan tersebut. Jeda selama pertandingan dapat membuka peluang bagi penayangan iklan televisi, sehingga sebagian pihak melihat adanya unsur komersial di balik kebijakan baru FIFA.

Namun, FIFA tetap menilai prioritas utama aturan tersebut adalah menjaga keselamatan dan kondisi fisik pemain, terutama setelah meningkatnya tantangan cuaca ekstrem dalam berbagai kompetisi sepak bola internasional.

Editor : Ubaidillah
#hydration break #hidrasi atlet #dehidrasi #piala dunia 2026 #piala dunia