RadarBangkalan.id - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait narasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan adanya pembagian keuntungan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto.
BGN menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah disampaikan secara resmi oleh pimpinan maupun pihak lembaga tersebut.
Baca Juga: Viral Siti Zahro Idap Kista Ovarium 29 Cm, Dokter Ungkap Penyebab dan Gejalanya
Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan merupakan informasi palsu yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
"Saya menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan," kata Nanik dalam keterangan tertulis.
BGN Sebut Informasi Viral sebagai Disinformasi
Menurut Nanik, narasi tersebut merupakan bentuk disinformasi yang dapat memicu kesalahpahaman dan kegaduhan di masyarakat.
Ia menyebut ada pihak tidak bertanggung jawab yang terkadang menggunakan nama pejabat publik untuk membangun narasi tertentu yang bersifat provokatif.
Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa memastikan sumber dan kebenarannya.
Baca Juga: Tanda Awal Kanker Pankreas Bisa Terlihat dari Feses? Ini Temuan Penelitian Terbaru
"Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya," ujar Nanik.
Baca Juga: 4 Laga Piala Dunia 2026 Hari Ini, Jerman vs Curacao dan Belanda vs Jepang Jadi Sorotan
BGN Minta Publik Gunakan Sumber Resmi
Nanik menjelaskan bahwa seluruh informasi resmi terkait BGN hanya disampaikan melalui saluran komunikasi lembaga yang telah ditetapkan.
Sumber tersebut meliputi:
- Siaran pers resmi BGN.
- Situs web resmi lembaga.
- Akun media sosial resmi yang telah terverifikasi.
Informasi yang beredar di luar kanal tersebut tidak dapat dijadikan rujukan resmi.
BGN juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di ruang digital, terutama terhadap konten yang belum melalui proses verifikasi.
Baca Juga: Makan Keju Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? Ini 6 Dampaknya
Fokus Jalankan Program Makan Bergizi Gratis
Di tengah munculnya isu tersebut, BGN memastikan tetap fokus menjalankan tugas pemerintah dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Baca Juga: BGN Evaluasi Insentif Dapur MBG Rp6 Juta per Hari, Berpotensi Diubah atau Dihentikan
Program ini menyasar sejumlah kelompok penerima manfaat, seperti:
- Anak sekolah.
- Balita.
- Ibu hamil.
- Ibu menyusui.
BGN berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang mengandung unsur manipulasi, provokasi, maupun fitnah.
Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan
"Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital serta mengedepankan verifikasi informasi. BGN akan terus fokus menjalankan tugas dan program pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat yang diberikan pemerintah," kata Nanik.
Masyarakat Diimbau Tidak Mudah Percaya Informasi Viral
BGN menilai perkembangan media sosial membuat informasi dapat tersebar dengan sangat cepat, termasuk informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan, Bisa Menyerang Usia Muda
Karena itu, masyarakat disarankan melakukan pengecekan sebelum membagikan sebuah informasi, terutama jika menyangkut lembaga pemerintah atau pejabat publik.
Dengan memastikan informasi berasal dari sumber terpercaya, masyarakat dapat membantu menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan mengurangi penyebaran berita palsu.
Editor : Ubaidillah