RadarBangkalan.id - Seorang wanita berusia 37 tahun asal Stratford, Inggris, membagikan kisahnya setelah didiagnosis mengidap kanker ovarium langka stadium lanjut. Sebelum mengetahui penyakit tersebut, ia sempat berkali-kali memeriksakan diri ke dokter karena mengalami berbagai keluhan, tetapi dianggap terlalu muda dan sehat untuk terkena kanker.
Dikutip dari New York Post, Lydia Southam telah mengunjungi dokter umum sebanyak 10 kali karena mengalami sejumlah gejala, seperti menstruasi berat, perut kembung, nyeri, serta kesulitan buang air kecil.
Baca Juga: Harga Obat Berpotensi Naik 20 Persen, Ini Jenis Obat yang Paling Terdampak Rupiah Melemah
Namun, kekhawatirannya tidak langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih mendalam.
"Saya relatif bugar dan sehat. Saya masih pergi ke gym dan melakukan semuanya seperti biasa," ujar Lydia.
Ia mengaku karena dokter tidak menunjukkan kekhawatiran besar, dirinya pun sempat berpikir bahwa gejala yang dialami bukan sesuatu yang serius.
Gejala Awal Muncul Sejak 2021
Lydia mulai merasakan perubahan pada tubuhnya sejak 2021 ketika menstruasinya menjadi jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya.
Baca Juga: Rutin Minum Kopi Setiap Hari Ternyata Punya Banyak Efek untuk Tubuh, Ini Daftarnya
Saat hamil, rasa sakit yang dialami semakin memburuk. Ia bahkan merasa ada tekanan pada bagian perut dan khawatir bayinya tidak memiliki ruang yang cukup untuk bergerak.
Baca Juga: Benarkah Golongan Darah O Lebih Panjang Umur? Ini Fakta di Balik Kaitannya dengan Kesehatan
Setelah melahirkan, beberapa gejala lain mulai muncul, seperti:
- sering buang air kecil
- nyeri perut
- perut terasa kembung
- muncul benjolan di area perut
Namun, beberapa keluhan tersebut sempat dianggap berkaitan dengan kondisi kehamilan atau masalah kesehatan yang tidak berbahaya.
Baca Juga: Dokter Anak dr Ratna Dituntut 4,5 Tahun Penjara, IDAI Soroti Dugaan Kriminalisasi Tenaga Medis
Benjolan Disebut Hernia, Ternyata Kanker
Lydia kemudian kembali memeriksakan diri setelah menemukan benjolan yang terlihat seperti hernia di bagian perutnya.
Namun saat itu, ia hanya diberi penjelasan bahwa benjolan tersebut kemungkinan merupakan hernia dan dijadwalkan menjalani operasi tanpa pemeriksaan pencitraan lebih lanjut.
Seiring waktu, benjolan tersebut semakin bertambah. Lydia juga menemukan adanya benjolan di area selangkangan.
"Saya merasa ada sesuatu yang tidak beres. Saya tahu ada yang salah dan akhirnya pergi ke sana sekitar 10 kali," katanya.
Baca Juga: Viral Siti Zahro Idap Kista Ovarium 29 Cm, Dokter Ungkap Penyebab dan Gejalanya
Barulah ketika bertemu dokter umum perempuan, kondisinya mulai mendapatkan perhatian lebih serius.
Baca Juga: Tanda Awal Kanker Pankreas Bisa Terlihat dari Feses? Ini Temuan Penelitian Terbaru
Didiagnosis Kanker Ovarium Langka Stadium 4B
Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan dan biopsi, Lydia mendapatkan diagnosis mengejutkan.
Benjolan-benjolan yang muncul ternyata merupakan kanker ovarium langka jenis Low-grade Serous Ovarian and Peritoneal Cancer (LGSOC) stadium 4B.
Kanker tersebut sudah berada pada tahap lanjut ketika akhirnya terdeteksi.
"Sejujurnya, itu mengerikan," ungkap Lydia.
Ia kemudian menjalani operasi besar yang meliputi:
Baca Juga: Makan Keju Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? Ini 6 Dampaknya
- histerektomi total
- pengangkatan limpa
- pengangkatan sebagian usus
- pengangkatan sebagian pusar
- pengangkatan sebagian diafragma
Setelah menjalani perawatan lanjutan dan kemoterapi, Lydia akhirnya dinyatakan sembuh.
Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan
Kanker Ovarium Tidak Selalu Terjadi pada Usia Tua
Lydia kini aktif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai LGSOC. Ia ingin lebih banyak perempuan memahami bahwa kanker ovarium tidak hanya menyerang wanita berusia lanjut.
Gejala kanker ovarium sering kali sulit dikenali karena dapat menyerupai gangguan kesehatan umum, seperti masalah pencernaan atau perubahan hormonal.
Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan, Bisa Menyerang Usia Muda
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- perut sering kembung atau membesar
- nyeri panggul atau perut yang menetap
- perubahan pola menstruasi
- sering buang air kecil
- cepat merasa kenyang saat makan
- muncul benjolan atau rasa penuh di perut
Kisah Lydia menjadi pengingat bahwa keluhan tubuh yang terus berulang dan tidak membaik perlu mendapat evaluasi medis lebih lanjut, meskipun seseorang masih berusia muda dan terlihat sehat.
Editor : Ubaidillah