RadarBangkalan.id - Gagal ginjal selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang lanjut usia. Namun kenyataannya, kasus gangguan ginjal pada usia muda juga semakin banyak ditemukan.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi, dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, menjelaskan bahwa gagal ginjal umumnya tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Penyakit ini berkembang secara perlahan, tetapi dapat terus memburuk jika tidak dikendalikan.
Baca Juga: Harga Obat Berpotensi Naik 20 Persen, Ini Jenis Obat yang Paling Terdampak Rupiah Melemah
"Umumnya tidak ada penyebab tunggal. Penyakit ini proses berjalannya lama tapi progresif," ujar dr Tunggul.
Salah satu faktor yang berperan besar adalah pola hidup sehari-hari. Beberapa kebiasaan yang terlihat sederhana ternyata dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.
1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam
Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam dapat meningkatkan tekanan darah. Jika hipertensi tidak dikontrol dalam jangka panjang, ginjal bisa mengalami kerusakan.
National Kidney Foundation menyebut pola makan tinggi natrium dapat meningkatkan tekanan darah sekaligus memperberat kerja ginjal.
Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, juga mengingatkan kebiasaan masyarakat mengonsumsi camilan asin dapat menjadi faktor risiko.
"Ngemil makanan asin jelas mengandung garam yang tinggi. Garam itu meningkatkan hipertensi, kalau tidak terkendali itu risikonya meningkat jadi harus dikurangi," katanya.
Baca Juga: Rutin Minum Kopi Setiap Hari Ternyata Punya Banyak Efek untuk Tubuh, Ini Daftarnya
2. Jarang Bergerak atau Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari atau terlalu banyak duduk juga dapat meningkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan gagal ginjal, seperti hipertensi dan diabetes.
Menurut dr Pringgodigdo, kebiasaan malas bergerak dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Baca Juga: Benarkah Golongan Darah O Lebih Panjang Umur? Ini Fakta di Balik Kaitannya dengan Kesehatan
"Misal ke toko dekat rumah saja pakai kendaraan, jadi kurangnya aktivitas fisik itu bisa mengganggu fungsi ginjal," ujarnya.
Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan orang dewasa usia 18-64 tahun melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu atau aktivitas berat selama 75-150 menit per minggu.
Selain itu, aktivitas penguatan otot dan tulang juga dianjurkan setidaknya dua hari dalam seminggu.
3. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Olahan
Makanan olahan sering mengandung kadar garam, gula, lemak tidak sehat, serta bahan tambahan yang tinggi.
Baca Juga: Dokter Anak dr Ratna Dituntut 4,5 Tahun Penjara, IDAI Soroti Dugaan Kriminalisasi Tenaga Medis
Sebuah penelitian tahun 2022 menemukan bahwa orang yang banyak mengonsumsi makanan ultra-proses memiliki risiko penyakit ginjal lebih tinggi dibandingkan mereka yang lebih jarang mengonsumsinya.
Asupan gula berlebih juga dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan hipertensi. Ketiga kondisi tersebut merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan gangguan ginjal.
Baca Juga: Tanda Awal Kanker Pankreas Bisa Terlihat dari Feses? Ini Temuan Penelitian Terbaru
4. Kurang Minum Air Putih
Ginjal membutuhkan cairan yang cukup agar dapat menyaring limbah dari tubuh dengan optimal.
Kurang minum air putih, terutama saat cuaca panas atau melakukan aktivitas berat, dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal seperti infeksi saluran kemih dan batu ginjal.
dr Pringgodigdo menjelaskan kekurangan cairan dapat terjadi secara bertahap hingga memicu masalah kesehatan ginjal.
"Biasanya bertahap gejalanya dan melalui penyakit yang lain misalnya jadi risiko infeksi berulang karena kekurangan cairan," katanya.
Baca Juga: Makan Keju Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? Ini 6 Dampaknya
Orang dewasa umumnya dianjurkan mengonsumsi sekitar delapan gelas air putih atau sekitar dua liter per hari, meski kebutuhan setiap orang dapat berbeda tergantung kondisi tubuh dan aktivitas.
5. Kurang Tidur
Tidur yang cukup tidak hanya penting untuk menjaga energi, tetapi juga berpengaruh terhadap fungsi ginjal.
Siklus tidur dan bangun membantu mengatur beban kerja ginjal selama 24 jam. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat mengganggu berbagai sistem tubuh.
Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan
Mayo Clinic menyebut orang dewasa dianjurkan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam untuk menjaga kesehatan secara optimal.
Kisah Wanita Usia 20-an yang Mengalami Gagal Ginjal Stadium Akhir
Salah satu contoh kasus gagal ginjal di usia muda dialami Della, seorang wanita asal Bandung yang didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium akhir ketika masih berusia 22 tahun.
Ia mengungkapkan memiliki riwayat hipertensi sejak SMA. Selain itu, pola makan yang tidak teratur, kurang minum air putih, kurang tidur, serta konsumsi pil diet tanpa pengawasan dokter diduga turut memperburuk kondisinya.
"Sebenarnya yang paling parah itu hipertensi ke ginjal kata dokter-dokter. Yang lainnya aku tuh minum pil diet, tidak mengecek kandungan dan bukan dari dokter," kata Della.
Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan, Bisa Menyerang Usia Muda
Ia mengaku saat menjalani program diet, pola makannya menjadi tidak teratur. Asupan cairan berkurang dan waktu tidur juga tidak terjaga.
Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan ginjal perlu dijaga sejak usia muda. Pemeriksaan rutin, menjaga tekanan darah, mengatur pola makan, cukup minum, dan aktif bergerak menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan ginjal.
Editor : Ubaidillah