RadarBangkalan.id - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam evaluasi tersebut, sekitar 8 juta penerima manfaat disebut berpotensi dikeluarkan dari daftar penerima program.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari refocusing atau penataan ulang sasaran program MBG. Pemerintah ingin memastikan bantuan makanan bergizi diberikan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan evaluasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus menyesuaikan penggunaan anggaran negara.
"Contoh gampang, SMA mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMA mungkin uang sakunya anak-anaknya saja sudah Rp100.000 sampai Rp200.000, yang high class begitu, itu tidak perlu lagi," ujar Arumsari kepada wartawan.
Menurutnya, pengurangan penerima dari kelompok tersebut diperkirakan dapat mengurangi sekitar 8 juta penerima manfaat MBG.
Sasaran MBG Akan Lebih Difokuskan
BGN menyusun skema baru penerima manfaat dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Kesehatan. Pemerintah juga mempertimbangkan masukan dari ahli gizi dan tenaga medis dalam menentukan kelompok yang paling membutuhkan intervensi.
Baca Juga: Kenali Tahapan Kanker Usus Besar dari Stadium 0 hingga 4, Ini Perubahan Feses yang Perlu Diwaspadai
Arumsari menjelaskan, fokus utama program MBG ke depan akan diarahkan kepada kelompok yang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas sumber daya manusia.
Prioritas tersebut mencakup:
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Gagal Cetak Gol, Portugal Hanya Raih Satu Poin Lawan RD Kongo
- Ibu hamil.
- Anak-anak pada masa awal kehidupan.
- Kelompok masyarakat dengan kebutuhan gizi tinggi.
Menurut BGN, masa kehamilan hingga awal pertumbuhan anak merupakan periode penting dalam menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan seseorang.
Evaluasi MBG Bukan Pengurangan Kualitas Layanan
BGN menegaskan bahwa penataan ulang penerima manfaat bukan berarti pemerintah mengurangi komitmen terhadap program MBG.
Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan, Bisa Menyerang Usia Muda
Refocusing dilakukan agar bantuan makanan bergizi dapat diberikan secara lebih tepat sasaran serta menghindari penggunaan anggaran yang kurang efektif.
"Refocusing ini adalah kami perlukan supaya pemberian intervensi lebih tepat sasaran, kemudian diikuti otomatis dengan angka anggaran yang semakin turun," kata Arumsari.
Baca Juga: Makan Keju Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? Ini 6 Dampaknya
Melalui evaluasi tersebut, pemerintah berharap program MBG tetap berjalan dengan cakupan yang efektif, tetapi memiliki dampak lebih besar terhadap peningkatan status gizi masyarakat.
Editor : Ubaidillah