RadarBangkalan.id - Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai penyakit yang berbahaya karena dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala berarti. Banyak orang merasa sehat, padahal tekanan darah yang tidak terkendali perlahan dapat merusak organ-organ penting dalam tubuh.
Secara umum, seseorang dikategorikan mengalami hipertensi ketika tekanan darah berada pada angka 130/80 mmHg atau lebih tinggi. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, tekanan berlebih pada pembuluh darah dapat menyebabkan kerusakan serius pada berbagai organ.
Baca Juga: Pelari Pemula Rentan Alami Rhabdomyolysis, Olahraga Berlebihan Bisa Picu Gagal Ginjal
Berikut sejumlah organ tubuh yang dapat terdampak akibat hipertensi.
1. Arteri Mengalami Kerusakan dan Penyempitan
Arteri yang sehat memiliki sifat elastis dan fleksibel sehingga darah dapat mengalir dengan lancar membawa oksigen serta nutrisi ke seluruh tubuh.
Namun, tekanan darah tinggi yang terus terjadi dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah. Akibatnya, dinding arteri menjadi kaku dan mengalami penyempitan.
Selain itu, hipertensi juga dapat meningkatkan risiko aneurisma, yaitu kondisi ketika dinding pembuluh darah melemah lalu membentuk tonjolan. Jika pecah, aneurisma dapat menyebabkan perdarahan serius di dalam tubuh.
Baca Juga: Ismael Kone Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Dokter Jelaskan Kenapa Pemain Tak Langsung Merasa Sakit
2. Jantung Bekerja Lebih Keras hingga Berisiko Gagal Jantung
Jantung merupakan salah satu organ yang paling terdampak akibat hipertensi.
Tekanan darah tinggi membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan otot jantung menebal, melemah, atau menjadi kaku.
Beberapa gangguan jantung yang dapat muncul akibat hipertensi antara lain:
Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata
- Penyakit arteri koroner akibat penyempitan pembuluh darah menuju jantung.
- Gangguan irama jantung atau aritmia.
- Gagal jantung karena kemampuan pompa jantung menurun.
- Iskemia, yaitu kondisi ketika otot jantung kekurangan pasokan oksigen.
Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito Damay, SpJP, plak pada pembuluh koroner dapat pecah dan menyebabkan penyumbatan yang berujung pada serangan jantung hingga henti jantung mendadak.
Baca Juga: Kanker Usus Buntu Meningkat pada Generasi Muda, Risiko Milenial hingga 4 Kali Lipat Lebih Tinggi
3. Otak Berisiko Mengalami Stroke dan Gangguan Kognitif
Otak membutuhkan aliran darah yang stabil agar dapat bekerja optimal. Hipertensi dapat merusak pembuluh darah otak sehingga meningkatkan risiko berbagai gangguan.
Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu
Beberapa dampaknya yaitu:
- Stroke akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak.
- Demensia vaskular akibat berkurangnya aliran darah ke otak.
- Gangguan kognitif ringan yang memengaruhi kemampuan mengingat dan berpikir.
Tekanan darah tinggi juga dapat memicu terbentuknya gumpalan darah yang menghambat suplai oksigen ke jaringan otak.
Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja
4. Ginjal Bisa Mengalami Kerusakan hingga Gagal Ginjal
Ginjal membutuhkan jaringan pembuluh darah yang sehat untuk menyaring darah dan membuang limbah dari tubuh.
Baca Juga: Kenali Tahapan Kanker Usus Besar dari Stadium 0 hingga 4, Ini Perubahan Feses yang Perlu Diwaspadai
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Lama-kelamaan, fungsi penyaringan ginjal menurun dan dapat berkembang menjadi gagal ginjal.
Risiko kerusakan ginjal semakin besar apabila hipertensi terjadi bersamaan dengan diabetes.
5. Mata Dapat Mengalami Gangguan Penglihatan
Tekanan darah tinggi juga dapat menyerang pembuluh darah kecil yang terdapat pada mata.
Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan
Beberapa gangguan mata akibat hipertensi meliputi:
- Retinopati hipertensi, yaitu kerusakan pembuluh darah retina yang dapat menyebabkan penglihatan kabur.
- Koroidopati, yaitu penumpukan cairan di bawah retina.
- Neuropati optik akibat gangguan aliran darah ke saraf mata.
Dalam kondisi berat, kerusakan akibat hipertensi bahkan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.
Baca Juga: Makan Keju Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? Ini 6 Dampaknya
Cara Mengontrol Tekanan Darah dengan Pola Makan DASH
Selain obat-obatan sesuai anjuran dokter, pola makan juga berperan penting dalam mengendalikan hipertensi.
Salah satu pola makan yang banyak direkomendasikan adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
Baca Juga: Tanda Awal Kanker Pankreas Bisa Terlihat dari Feses? Ini Temuan Penelitian Terbaru
Beberapa prinsip diet DASH meliputi:
- Membatasi konsumsi garam atau natrium kurang dari 1.500 mg per hari.
- Mengurangi makanan tinggi lemak seperti daging berlemak dan makanan berminyak.
- Membatasi konsumsi gula dari makanan maupun minuman manis.
- Memperbanyak konsumsi sayuran, buah, dan gandum utuh.
- Memilih sumber protein sehat seperti ikan, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, serta produk susu rendah lemak.
Hipertensi tidak selalu memberikan tanda yang jelas, tetapi dampaknya dapat terjadi secara perlahan dan membahayakan. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin serta menerapkan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi.
Baca Juga: Rutin Minum Kopi Setiap Hari Ternyata Punya Banyak Efek untuk Tubuh, Ini Daftarnya
Editor : Ubaidillah