News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kesepian Bisa Rusak Jantung, Studi Ungkap Risiko Serangan Jantung Naik hingga 29 Persen

Ubaidillah • Senin, 22 Juni 2026 | 04:19 WIB
lustrasi. (Foto: Getty Images/fizkes)
lustrasi. (Foto: Getty Images/fizkes)

 

RadarBangkalan.id - Kesepian selama ini sering dianggap hanya berkaitan dengan kondisi psikologis. Namun, sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa perasaan terisolasi dan minimnya hubungan sosial juga dapat berdampak serius terhadap kesehatan fisik, terutama jantung dan otak.

Tim penyusun laporan dari American Heart Association menemukan bahwa isolasi sosial dan kesepian memiliki hubungan kuat dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung hingga stroke.

Baca Juga: Pelari Pemula Rentan Alami Rhabdomyolysis, Olahraga Berlebihan Bisa Picu Gagal Ginjal

Selama lebih dari empat dekade penelitian, para ahli menemukan bahwa kurangnya hubungan sosial dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan jangka panjang seseorang.

"Mengingat tingginya prevalensi keterputusan sosial di seluruh Amerika Serikat, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat sangat signifikan," ujar Crystal Wiley Cene, ketua tim penyusun laporan.

Perbedaan Isolasi Sosial dan Kesepian

Para peneliti menjelaskan bahwa isolasi sosial dan kesepian merupakan dua kondisi yang berbeda.

Baca Juga: Ismael Kone Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Dokter Jelaskan Kenapa Pemain Tak Langsung Merasa Sakit

Isolasi sosial merujuk pada kondisi ketika seseorang memiliki sedikit interaksi atau hubungan sosial secara langsung dengan orang lain.

Sementara itu, kesepian lebih berkaitan dengan perasaan subjektif ketika seseorang merasa tidak memiliki hubungan yang cukup dekat atau merasa terputus dari lingkungan sekitarnya.

Seseorang dapat mengalami kesepian meskipun berada di tengah banyak orang, begitu pula seseorang yang jarang bertemu orang lain belum tentu merasa kesepian.

Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata

Risiko Serangan Jantung dan Stroke Meningkat

Dalam laporan tersebut, para peneliti menemukan bahwa isolasi sosial dan kesepian berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Orang yang mengalami kondisi tersebut memiliki risiko sekitar 29 persen lebih tinggi mengalami serangan jantung atau meninggal akibat penyakit jantung.

Selain itu, risiko mengalami stroke juga meningkat hingga 32 persen.

Baca Juga: Kanker Usus Buntu Meningkat pada Generasi Muda, Risiko Milenial hingga 4 Kali Lipat Lebih Tinggi

Para ahli juga menyebut isolasi sosial dapat memperburuk kondisi pasien yang sudah memiliki penyakit tertentu karena dapat memengaruhi proses pemulihan dan kualitas hidup.

Anak Muda Kini Jadi Kelompok Paling Kesepian

Hal menarik dari laporan tersebut adalah kelompok usia muda justru menjadi salah satu kelompok yang paling banyak mengalami kesepian.

Orang dewasa muda berusia 18 hingga 22 tahun disebut lebih rentan mengalami keterputusan sosial dibandingkan anggapan umum bahwa kesepian lebih sering dialami lansia.

Baca Juga: Pelari Marathon Kolaps hingga Cuci Darah, Kenali Bahaya Rhabdomyolysis Akibat Olahraga Ekstrem

Perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang diduga berperan. Banyak anak muda saat ini menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dan lebih sedikit melakukan interaksi tatap muka.

Pandemi COVID-19 juga disebut memperburuk kondisi tersebut, terutama karena adanya pembatasan aktivitas sosial yang membuat banyak orang kehilangan rutinitas interaksi langsung.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis

Mengapa Kesepian Bisa Berdampak pada Jantung?

Kesepian tidak hanya memengaruhi kondisi emosional, tetapi juga dapat memengaruhi kebiasaan hidup seseorang.

Orang yang mengalami isolasi sosial cenderung lebih mudah mengalami perubahan perilaku yang berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti:

Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu

Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan faktor risiko penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan gangguan metabolisme.

Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja

Pentingnya Menjaga Hubungan Sosial

Meski kesepian bukan satu-satunya penyebab penyakit jantung, para ahli menilai hubungan sosial yang sehat merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat.

Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh

Aktivitas sederhana seperti rutin berbicara dengan keluarga, bertemu teman, mengikuti komunitas, atau melakukan kegiatan bersama orang lain dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus mendukung kesehatan fisik.

Baca Juga: Tanda Awal Kanker Pankreas Bisa Terlihat dari Feses? Ini Temuan Penelitian Terbaru

Menjaga hubungan sosial bukan hanya soal menghindari rasa sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung dan otak dalam jangka panjang.

Editor : Ubaidillah
#isolasi sosial #kesepian #risiko penyakit kardiovaskular #kesehatan jantung #serangan jantung