RadarBangkalan.id - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memperluas upaya pencegahan kanker dengan memasukkan skrining kanker kolorektal atau kanker usus besar ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis Nasional (CKG).
Program ini ditujukan terutama bagi masyarakat berusia 45 tahun ke atas yang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker kolorektal.
Baca Juga: Kanker Usus Besar Meningkat pada Anak Muda, Waspadai 4 Tanda Awalnya
Kebijakan tersebut dilakukan karena kanker usus besar masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius, baik di tingkat global maupun nasional.
Secara global, kanker kolorektal menempati peringkat ketiga sebagai kanker paling umum dengan sekitar 1,9 juta kasus baru setiap tahun.
Sementara di Indonesia, kanker usus besar berada di peringkat keempat untuk jumlah kasus terbanyak dan menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi kelima dengan lebih dari 19.000 kematian setiap tahun.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kanker kolorektal adalah pasien yang datang dalam kondisi sudah terlambat.
Baca Juga: Pelari Pemula Rentan Alami Rhabdomyolysis, Olahraga Berlebihan Bisa Picu Gagal Ginjal
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan sebagian besar pasien kanker kolorektal baru mendapatkan pemeriksaan ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.
"Jika 100 pasien kanker kolorektal datang ke fasilitas kesehatan kita hari ini, lebih dari 70 di antaranya akan datang dalam kondisi stadium lanjut," ujar Dante.
Baca Juga: Ismael Kone Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Dokter Jelaskan Kenapa Pemain Tak Langsung Merasa Sakit
Menurutnya, kondisi tersebut bukan karena kanker tidak dapat ditangani, melainkan karena penyakit sering tidak terdeteksi sejak awal.
Alur Skrining Kanker Kolorektal dalam Program CKG
Untuk meningkatkan deteksi dini, Kemenkes menerapkan sistem skrining bertahap dalam Program Cek Kesehatan Gratis.
Tahapan pemeriksaan dilakukan melalui beberapa metode, yaitu:
Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata
- Tahap awal: Pengisian kuesioner skrining kolorektal
Masyarakat akan menjalani penilaian awal melalui pertanyaan terkait faktor risiko dan kemungkinan gejala kanker usus besar.
- Tahap lanjutan: Pemeriksaan colok dubur digital
Pemeriksaan ini dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mendeteksi adanya kelainan tertentu pada area rektum.
- Tahap spesifik: Tes darah samar pada tinja (FOBT)
Tes Fecal Occult Blood Test (FOBT) diberikan kepada individu yang masuk kategori berisiko tinggi untuk mengetahui adanya perdarahan tersembunyi dalam saluran pencernaan.
Baca Juga: Kanker Usus Buntu Meningkat pada Generasi Muda, Risiko Milenial hingga 4 Kali Lipat Lebih Tinggi
Melalui metode berlapis tersebut, pemerintah berharap kanker kolorektal dapat ditemukan lebih awal sebelum berkembang ke stadium yang lebih berat.
Baca Juga: Pelari Marathon Kolaps hingga Cuci Darah, Kenali Bahaya Rhabdomyolysis Akibat Olahraga Ekstrem
BPJS Kesehatan Tanggung Penanganan Kanker, tetapi Ada Pengecualian
Selain memperkuat deteksi dini, pemerintah juga menjelaskan mengenai pembiayaan pengobatan kanker melalui BPJS Kesehatan.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan pada dasarnya menanggung pelayanan pengobatan kanker.
Namun, terdapat beberapa jenis terapi terbaru dengan biaya sangat tinggi yang belum seluruhnya masuk dalam cakupan pembiayaan.
Salah satunya adalah terapi target atau targeted therapy yang biasanya digunakan pada pasien kanker stadium lanjut atau kanker yang sudah mengalami penyebaran ke organ lain.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis
Pola Hidup Sehat Jadi Langkah Pencegahan Kanker Usus Besar
Selain melakukan skrining, masyarakat juga dianjurkan menerapkan gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko kanker kolorektal.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Memperbanyak konsumsi sayur dan buah.
- Mengurangi konsumsi makanan olahan.
- Menjaga berat badan ideal.
- Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai usia dan faktor risiko.
Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu
Dengan memanfaatkan layanan skrining kanker usus besar melalui Program Cek Kesehatan Gratis, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan mendapatkan penanganan sebelum penyakit berkembang lebih serius.
Editor : Ubaidillah