RadarBangkalan.id - Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak momen menarik di luar strategi permainan dan gol-gol yang tercipta. Salah satu hal yang sering membuat penonton penasaran adalah kebiasaan beberapa pemain yang terlihat berkumur dengan air lalu menyemburkannya kembali.
Sekilas, tindakan tersebut terlihat tidak masuk akal. Saat bermain dalam cuaca panas dengan intensitas tinggi, bukankah cairan seharusnya diminum agar tubuh kembali segar?
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tetap Prima di Usia 41 Tahun, Ini Rahasia Pola Hidup Sehat CR7
Namun, kebiasaan tersebut ternyata memiliki penjelasan secara ilmiah. Dokter spesialis olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO, menyebut aktivitas itu dapat berkaitan dengan teknik yang disebut carbohydrate mouth rinse.
Apa Itu Carbohydrate Mouth Rinse?
Carbohydrate mouth rinse merupakan teknik berkumur menggunakan cairan yang mengandung karbohidrat, seperti minuman olahraga, selama beberapa detik sebelum kemudian diludahkan kembali.
Teknik ini tidak bertujuan menggantikan cairan tubuh, melainkan memberikan rangsangan kepada otak melalui reseptor yang terdapat di rongga mulut.
"Di rongga mulut kita ada yang namanya reseptor atau struktur sel yang bisa mendeteksi adanya karbohidrat. Begitu reseptor ini kontak dengan gula, meskipun gulanya nggak ditelan, dia akan mengirimkan sinyal ke otak," jelas dr Dhika.
Baca Juga: Vinicius Jr Menggila, Brasil Tekuk Skotlandia Sementara 2-0 di Piala Dunia 2026
Sinyal tersebut kemudian dapat membuat otak meningkatkan respons terhadap aktivitas fisik, termasuk membantu koordinasi gerakan, motivasi, dan aktivasi otot.
Bukan Berarti Pemain Tidak Membutuhkan Minum
Meski terlihat seperti membuang minuman, teknik ini tidak berarti atlet tidak membutuhkan asupan cairan.
Baca Juga: Kemenkes Tutup Klinik Kecantikan Ilegal di Bali, Diduga Libatkan Tenaga Medis Asing Tanpa Izin
Menurut dr Dhika, tidak semua pemain yang melakukan kebiasaan tersebut pasti menggunakan larutan karbohidrat. Bisa saja mereka hanya berkumur dengan air mineral untuk alasan lain, seperti menyegarkan mulut atau mengurangi rasa tidak nyaman selama pertandingan.
Efek carbohydrate mouth rinse sendiri tidak bersifat sangat besar, tetapi penelitian menunjukkan teknik tersebut dapat membantu meningkatkan performa dalam kondisi tertentu.
Cocok untuk Olahraga dengan Durasi Pendek
Teknik ini biasanya lebih cocok digunakan pada aktivitas olahraga yang berlangsung dalam durasi tidak terlalu panjang.
Menurut dr Dhika, carbohydrate mouth rinse dapat membantu pada olahraga sekitar 30 hingga 60 menit karena cadangan energi tubuh masih relatif cukup.
Dalam kondisi tersebut, rangsangan dari reseptor mulut dapat menjadi tambahan untuk menjaga fokus dan semangat bertanding.
Baca Juga: 5 Hewan Paling Cerdas di Dunia, Kemampuan Otaknya Hampir Menyaingi Manusia
Olahraga Lama Tetap Membutuhkan Asupan Energi
Berbeda dengan olahraga berdurasi panjang, teknik ini tidak cukup untuk menggantikan kebutuhan energi tubuh.
Pada aktivitas fisik lebih dari 90 menit, tubuh mulai membutuhkan penggantian cadangan gula atau karbohidrat yang digunakan sebagai sumber energi.
"Olahraga yang sifatnya di atas 90 menit, dia memang butuh diganti gulanya, bukan cuma dibohongin doang, bukan cuma dipancing doang," ujar dr Dhika.
Baca Juga: Messi Borong Gol, Argentina Amankan Kemenangan atas Austria di Grup J Piala Dunia 2026
Karena itu, atlet sepak bola profesional tetap membutuhkan strategi nutrisi yang lengkap, termasuk konsumsi cairan dan energi selama pertandingan.
Editor : Ubaidillah