RadarBangkalan.id - Banyak perempuan menganggap menstruasi yang berlangsung lama atau disertai nyeri hebat sebagai kondisi yang normal. Padahal, perubahan pola haid yang terjadi secara terus-menerus dapat menjadi tanda adanya gangguan pada organ reproduksi.
Gangguan seperti miom, penebalan endometrium, hingga kista ovarium dapat memengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkan perdarahan berlebih maupun rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Carbohydrate Mouth Rinse, Teknik yang Dipakai Atlet untuk Menjaga Performa
Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof D. dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp.Onk, menjelaskan bahwa nyeri haid yang berlebihan menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan.
Nyeri menstruasi memang dapat terjadi secara normal. Namun, jika rasa sakit sampai membuat seseorang harus rutin mengonsumsi obat pereda nyeri, tidak dapat bekerja, atau mengganggu aktivitas sekolah, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
"Lama haid normalnya sekitar 6 sampai paling lama 8 hari. Kalau lebih dari itu, bukan haid lagi. Sudah ada kelainan dan harus segera dilakukan pengobatan," ujar Prof Yudi.
Tanda Menstruasi Tidak Normal yang Perlu Diwaspadai
Selain durasi menstruasi yang terlalu panjang, perempuan juga perlu memperhatikan jumlah darah yang keluar.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tetap Prima di Usia 41 Tahun, Ini Rahasia Pola Hidup Sehat CR7
Perdarahan menstruasi yang sangat banyak dapat menyebabkan tubuh kekurangan darah. Kondisi ini bisa ditandai dengan:
- Tubuh mudah lelah.
- Wajah terlihat pucat.
- Lemas akibat anemia.
Beberapa penyebab yang sering berkaitan dengan kondisi tersebut antara lain miom, penebalan endometrium, dan kista ovarium.
Baca Juga: 5 Hewan Paling Cerdas di Dunia, Kemampuan Otaknya Hampir Menyaingi Manusia
1. Miom Rahim
Miom atau fibroid rahim merupakan pertumbuhan jaringan otot yang terbentuk di dalam maupun pada dinding rahim.
Selain menyebabkan menstruasi lebih banyak dan nyeri, beberapa gejala miom meliputi:
- Perdarahan di luar jadwal menstruasi.
- Sering buang air kecil akibat tekanan pada kandung kemih.
- Sembelit.
- Perut terasa membesar atau penuh.
- Rasa berat pada bagian perut.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
Ukuran dan lokasi miom dapat memengaruhi tingkat keluhan yang dialami setiap perempuan.
Baca Juga: Kanker Usus Besar Meningkat pada Anak Muda, Waspadai 4 Tanda Awalnya
2. Penebalan Endometrium
Penebalan endometrium atau hiperplasia endometrium terjadi ketika lapisan dinding rahim mengalami pertumbuhan yang berlebihan.
Kondisi ini dapat menyebabkan:
- Menstruasi dengan perdarahan berat.
- Nyeri saat menstruasi.
- Perdarahan di luar siklus haid.
- Siklus menstruasi menjadi lebih pendek dari normal.
Baca Juga: Pelari Pemula Rentan Alami Rhabdomyolysis, Olahraga Berlebihan Bisa Picu Gagal Ginjal
Siklus menstruasi normal umumnya berlangsung sekitar 21 hingga 35 hari. Perubahan pola yang terjadi terus-menerus perlu mendapatkan perhatian.
3. Kista Ovarium
Kista ovarium merupakan kantung berisi cairan atau material semi padat yang terbentuk pada ovarium.
Sebagian kista berukuran kecil dapat tidak menimbulkan gejala. Namun, kista yang lebih besar dapat menyebabkan:
Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata
- Nyeri panggul.
- Nyeri tumpul pada punggung.
- Rasa tidak nyaman pada perut.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Gangguan buang air besar atau sering buang air kecil.
Pemeriksaan USG Bisa Membantu Diagnosis
Jika mengalami perubahan menstruasi yang tidak biasa, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Baca Juga: Pelari Marathon Kolaps hingga Cuci Darah, Kenali Bahaya Rhabdomyolysis Akibat Olahraga Ekstrem
Salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan adalah Ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi organ dalam tubuh.
Melalui USG, dokter dapat membantu mendeteksi:
- Keberadaan dan ukuran miom.
- Ketebalan lapisan endometrium.
- Keberadaan serta karakteristik kista ovarium.
Menurut Prof Yudi, pemeriksaan USG dapat membantu mengetahui penyebab gangguan menstruasi.
Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu
"Karena diperiksa oleh dokter, cukup dengan USG saja ketahuan. Ada miom, ada penebalan endometrium, ada kista dan sebagainya. Itu bisa mengganggu proses haid yang normal," jelasnya.
Editor : Ubaidillah