News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Haid Lebih dari 8 Hari Bisa Jadi Tanda Gangguan Rahim, Kenali Penyebabnya

Ubaidillah • Jumat, 26 Juni 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik)

 

RadarBangkalan.id - Banyak perempuan menganggap menstruasi yang berlangsung lama atau disertai nyeri hebat sebagai kondisi yang normal. Padahal, perubahan pola haid yang terjadi secara terus-menerus dapat menjadi tanda adanya gangguan pada organ reproduksi.

Gangguan seperti miom, penebalan endometrium, hingga kista ovarium dapat memengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkan perdarahan berlebih maupun rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Carbohydrate Mouth Rinse, Teknik yang Dipakai Atlet untuk Menjaga Performa

Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof D. dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp.Onk, menjelaskan bahwa nyeri haid yang berlebihan menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan.

Nyeri menstruasi memang dapat terjadi secara normal. Namun, jika rasa sakit sampai membuat seseorang harus rutin mengonsumsi obat pereda nyeri, tidak dapat bekerja, atau mengganggu aktivitas sekolah, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.

"Lama haid normalnya sekitar 6 sampai paling lama 8 hari. Kalau lebih dari itu, bukan haid lagi. Sudah ada kelainan dan harus segera dilakukan pengobatan," ujar Prof Yudi.

Tanda Menstruasi Tidak Normal yang Perlu Diwaspadai

Selain durasi menstruasi yang terlalu panjang, perempuan juga perlu memperhatikan jumlah darah yang keluar.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tetap Prima di Usia 41 Tahun, Ini Rahasia Pola Hidup Sehat CR7

Perdarahan menstruasi yang sangat banyak dapat menyebabkan tubuh kekurangan darah. Kondisi ini bisa ditandai dengan:

Beberapa penyebab yang sering berkaitan dengan kondisi tersebut antara lain miom, penebalan endometrium, dan kista ovarium.

Baca Juga: 5 Hewan Paling Cerdas di Dunia, Kemampuan Otaknya Hampir Menyaingi Manusia

1. Miom Rahim

Miom atau fibroid rahim merupakan pertumbuhan jaringan otot yang terbentuk di dalam maupun pada dinding rahim.

Selain menyebabkan menstruasi lebih banyak dan nyeri, beberapa gejala miom meliputi:

Ukuran dan lokasi miom dapat memengaruhi tingkat keluhan yang dialami setiap perempuan.

Baca Juga: Kanker Usus Besar Meningkat pada Anak Muda, Waspadai 4 Tanda Awalnya

2. Penebalan Endometrium

Penebalan endometrium atau hiperplasia endometrium terjadi ketika lapisan dinding rahim mengalami pertumbuhan yang berlebihan.

Kondisi ini dapat menyebabkan:

Baca Juga: Pelari Pemula Rentan Alami Rhabdomyolysis, Olahraga Berlebihan Bisa Picu Gagal Ginjal

Siklus menstruasi normal umumnya berlangsung sekitar 21 hingga 35 hari. Perubahan pola yang terjadi terus-menerus perlu mendapatkan perhatian.

3. Kista Ovarium

Kista ovarium merupakan kantung berisi cairan atau material semi padat yang terbentuk pada ovarium.

Sebagian kista berukuran kecil dapat tidak menimbulkan gejala. Namun, kista yang lebih besar dapat menyebabkan:

Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata

Pemeriksaan USG Bisa Membantu Diagnosis

Jika mengalami perubahan menstruasi yang tidak biasa, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Baca Juga: Pelari Marathon Kolaps hingga Cuci Darah, Kenali Bahaya Rhabdomyolysis Akibat Olahraga Ekstrem

Salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan adalah Ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi organ dalam tubuh.

Melalui USG, dokter dapat membantu mendeteksi:

Menurut Prof Yudi, pemeriksaan USG dapat membantu mengetahui penyebab gangguan menstruasi.

Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu

"Karena diperiksa oleh dokter, cukup dengan USG saja ketahuan. Ada miom, ada penebalan endometrium, ada kista dan sebagainya. Itu bisa mengganggu proses haid yang normal," jelasnya.

Editor : Ubaidillah
#kista ovarium #menstruasi #miom #nyeri haid #gangguan reproduksi