RadarBangkalan.id - Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam tubuh yang memiliki fungsi vital, mulai dari menyaring limbah dalam darah, menjaga keseimbangan cairan, hingga membantu mengatur tekanan darah.
Namun, kesehatan ginjal sering kali baru mendapat perhatian ketika fungsinya sudah mengalami gangguan. Padahal, kerusakan ginjal dapat berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal.
Baca Juga: Carbohydrate Mouth Rinse, Teknik yang Dipakai Atlet untuk Menjaga Performa
Penyakit ginjal kronis diketahui dialami oleh jutaan orang di dunia. Selain faktor medis seperti diabetes dan hipertensi, sejumlah kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari juga dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.
Menurut Dr Shalabh Agrawal, pakar Urologi dan Andrologi dari India, pilihan kecil dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan ginjal dalam jangka panjang.
Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dikurangi untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tetap Prima di Usia 41 Tahun, Ini Rahasia Pola Hidup Sehat CR7
1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Asin
Asupan garam yang berlebihan dapat memberikan tekanan tambahan pada ginjal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi garam tidak lebih dari 5 gram per hari atau sekitar satu sendok teh.
Baca Juga: Vinicius Jr Menggila, Brasil Tekuk Skotlandia Sementara 2-0 di Piala Dunia 2026
Terlalu banyak natrium membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Kondisi tersebut berisiko merusak pembuluh darah kecil di ginjal yang berperan dalam proses penyaringan.
Makanan olahan, makanan cepat saji, dan makanan kemasan menjadi beberapa sumber natrium tinggi yang perlu dibatasi.
Baca Juga: Kanker Usus Besar Meningkat pada Anak Muda, Waspadai 4 Tanda Awalnya
2. Terlalu Sering Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri
Penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan, terutama kelompok obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen dan diklofenak, dapat berdampak pada kesehatan ginjal.
Obat tersebut dapat mengganggu aliran darah menuju ginjal dengan menekan produksi zat tertentu yang membantu menjaga fungsi pembuluh darah ginjal.
Jika dikonsumsi terlalu sering atau tanpa pengawasan medis, risiko cedera ginjal akut dapat meningkat.
Baca Juga: Pelari Marathon Kolaps hingga Cuci Darah, Kenali Bahaya Rhabdomyolysis Akibat Olahraga Ekstrem
3. Kurang Minum Air Putih
Kekurangan cairan membuat urine menjadi lebih pekat sehingga zat-zat tertentu lebih mudah mengendap dan meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.
Memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan membantu ginjal menjalankan tugasnya dalam membuang zat sisa metabolisme dari tubuh.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis
Warna urine yang semakin gelap dapat menjadi salah satu tanda tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.
Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja
4. Sering Mengonsumsi Makanan Ultra-Processed
Makanan ultra-proses seperti mi instan, camilan kemasan, sosis, dan daging olahan umumnya memiliki kandungan natrium serta zat tambahan yang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi terus-menerus, pola makan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, dan gangguan metabolisme yang berkaitan dengan penyakit ginjal kronis.
Mengutamakan makanan segar seperti sayuran, buah, protein sehat, dan biji-bijian dapat membantu menjaga fungsi ginjal.
5. Kebiasaan Begadang dan Kurang Tidur
Tidur memiliki peran penting dalam proses pemulihan dan keseimbangan berbagai fungsi tubuh.
Kurang tidur secara terus-menerus dapat mengganggu ritme biologis tubuh dan meningkatkan tekanan pada organ, termasuk ginjal.
Karena itu, menjaga pola tidur yang cukup menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung kesehatan organ dalam.
Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh
6. Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula Tambahan
Konsumsi gula berlebihan dari minuman manis, makanan pencuci mulut, atau produk kemasan dapat meningkatkan risiko obesitas.
Dalam jangka panjang, obesitas dapat memicu diabetes tipe 2 dan hipertensi, dua kondisi yang menjadi faktor risiko utama kerusakan ginjal.
Mengurangi konsumsi gula tambahan dan memilih pola makan seimbang dapat membantu menekan risiko gangguan fungsi ginjal.
Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu
Pentingnya Menjaga Ginjal Sejak Dini
Menjaga kesehatan ginjal tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan. Perubahan kecil seperti mengurangi makanan asin, mencukupi kebutuhan air, tidur cukup, serta membatasi makanan olahan dapat memberikan manfaat besar dalam jangka panjang.
Jika mengalami gejala seperti perubahan warna urine, pembengkakan tubuh, sering lelah, atau gangguan buang air kecil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Editor : Ubaidillah