RadarBangkalan.id - Kasus medis langka terjadi di Prancis setelah seorang pria berusia 44 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan kelemahan ringan pada kaki kirinya. Awalnya, dokter menduga masalah tersebut berkaitan dengan otot atau saraf.
Namun, hasil pemeriksaan menggunakan CT scan dan MRI justru menemukan kondisi yang sangat tidak biasa. Otak pria tersebut ternyata mengalami penyusutan volume yang ekstrem karena sebagian besar ruang dalam tengkoraknya dipenuhi cairan.
Baca Juga: Kebiasaan Pagi Jeff Bezos yang Membantu Menjaga Fokus dan Produktivitas
Kondisi tersebut membuat jaringan otak yang tersisa hanya berupa lapisan tipis yang menempel di bagian dalam tengkorak.
Didiagnosis dengan Kondisi Hidrosefalus Berat
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menemukan adanya pelebaran luar biasa pada ventrikel otak, yaitu rongga yang berisi cairan serebrospinal.
Baca Juga: Carbohydrate Mouth Rinse, Teknik yang Dipakai Atlet untuk Menjaga Performa
Penumpukan cairan dalam jumlah besar tersebut berkaitan dengan kondisi hidrosefalus, yaitu gangguan ketika cairan di otak menumpuk dan meningkatkan tekanan di dalam kepala.
Yang membuat kasus ini semakin menarik adalah kondisi tersebut tidak membuat pria itu mengalami gangguan berat seperti yang biasanya diperkirakan.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tetap Prima di Usia 41 Tahun, Ini Rahasia Pola Hidup Sehat CR7
Sejak kecil, ia diketahui pernah menjalani pemasangan shunt atau alat pengalir cairan saat berusia 6 bulan akibat hidrosefalus. Alat tersebut kemudian dilepas ketika ia berusia 14 tahun.
Baca Juga: 5 Hewan Paling Cerdas di Dunia, Kemampuan Otaknya Hampir Menyaingi Manusia
Tetap Bisa Hidup Mandiri dan Bekerja
Secara teori, volume otak yang sangat berkurang dapat menyebabkan gangguan fungsi kognitif dan kemampuan fisik.
Namun, pria tersebut justru tumbuh seperti orang pada umumnya. Ia mampu membangun keluarga dan bekerja sebagai pegawai negeri sipil.
Pemeriksaan neuropsikologis menunjukkan skor IQ sekitar 75, lebih rendah dibandingkan rata-rata umum. Meski demikian, kemampuan tersebut masih cukup untuk menjalankan aktivitas sosial dan pekerjaan sehari-hari.
Kasus ini menunjukkan bahwa hubungan antara ukuran otak dan kemampuan seseorang tidak selalu sesederhana yang diperkirakan.
Baca Juga: Ekuador Kalahkan Jerman 2-1 di Piala Dunia 2026, Die Mannschaft Tetap Juara Grup E
Kelemahan Kaki Ternyata Akibat Tekanan Cairan
Dalam laporan kasus yang dipublikasikan di jurnal medis The Lancet, dokter menyimpulkan bahwa kelemahan pada kaki kiri kemungkinan disebabkan oleh tekanan akibat penumpukan cairan di dalam otak.
Untuk mengatasi masalah tersebut, dokter kembali melakukan tindakan medis dengan mengurangi cairan berlebih dan memasang shunt baru.
Baca Juga: Pelari Pemula Rentan Alami Rhabdomyolysis, Olahraga Berlebihan Bisa Picu Gagal Ginjal
Setelah operasi, kondisi pasien membaik. Kekuatan kaki kirinya perlahan kembali dalam beberapa minggu setelah tindakan dilakukan.
Namun, pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa volume otak dan skor IQ pasien tidak mengalami perubahan setelah cairan dikurangi.
Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata
Kasus yang Mungkin Tidak Pernah Terungkap
Para dokter menilai kondisi otak pria tersebut kemungkinan tidak akan pernah diketahui jika ia tidak mengalami keluhan pada kakinya.
Kasus ini menjadi salah satu contoh langka dalam dunia medis yang menunjukkan kemampuan adaptasi otak manusia. Meski mengalami perubahan struktur yang ekstrem, otak tetap mampu menjalankan fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis
Editor : Ubaidillah