RadarBangkalan.id - Seorang kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Pamulang, Tangerang Selatan, diduga melakukan child grooming terhadap seorang siswi perempuan.
Kasus tersebut mencuat setelah sejumlah akun anonim membagikan informasi mengenai dugaan pendekatan tidak wajar yang dilakukan kepala sekolah kepada korban.
Baca Juga: KemenPPPA Minta Publik Tak Sebarkan Foto Korban Penyekapan Bandung, Fokus Pemulihan Trauma
Dalam unggahan yang beredar, pelaku disebut melakukan pendekatan kepada siswi yang dianggap membutuhkan perhatian lebih, termasuk anak yang mengalami kondisi fatherless atau kurang mendapatkan figur ayah dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak sekolah kemudian mengambil langkah dengan menonaktifkan sementara kepala sekolah tersebut untuk mendukung proses pemeriksaan internal.
"Yayasan bersama manajemen sekolah telah mengambil langkah-langkah responsif. Penonaktifan jabatan demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi," tulis pihak sekolah melalui akun Instagram resminya.
Baca Juga: Dada Terasa Terbakar Jangan Diabaikan, Ini 10 Penyebab Mulai dari GERD hingga Serangan Jantung
Apa Itu Child Grooming?
Child grooming merupakan proses manipulasi psikologis yang dilakukan seseorang terhadap anak dengan tujuan membangun kepercayaan sebelum melakukan eksploitasi, terutama dalam aspek seksual maupun emosional.
Spesialis kejiwaan dr Lahargo Kembaren, SpKJ, menjelaskan bahwa pelaku biasanya tidak langsung melakukan tindakan kekerasan, tetapi terlebih dahulu menciptakan kedekatan dengan korban.
Pelaku dapat memberikan perhatian berlebihan, hadiah, pujian, atau menjadi tempat anak bercerita.
Baca Juga: Dada Terasa Terbakar Jangan Diabaikan, Ini 10 Penyebab Mulai dari GERD hingga Serangan Jantung
"Menjadi tempat curhat, bahkan tampil seperti sosok yang paling memahami anak. Anak akhirnya merasa nyaman, bergantung, lalu batas relasi sehat mulai dikaburkan," ujar dr Lahargo.
Modus Child Grooming yang Perlu Diwaspadai
Beberapa pola yang sering muncul dalam child grooming antara lain:
• Memberikan perhatian khusus secara berlebihan kepada anak
• Membuat anak merasa menjadi orang yang paling dipahami
• Memberikan hadiah atau perlakuan istimewa
• Membangun hubungan rahasia yang tidak diketahui orang lain
• Perlahan mengubah batas hubungan yang seharusnya sehat
Dalam beberapa kasus, pelaku dapat memanfaatkan kondisi emosional anak yang sedang membutuhkan dukungan atau perhatian.
Baca Juga: Sering Sakit Perut Bagian Atas? Ini Perbedaan Maag, GERD, dan Gastritis yang Perlu Diketahui
Dampak Child Grooming bagi Korban
Menurut dr Lahargo, dampak child grooming terhadap anak dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Korban dapat mengalami trauma psikologis, gangguan kecemasan, hingga kehilangan rasa aman.
Selain itu, anak juga bisa mengalami:
• Perasaan bersalah dan malu
• Kesulitan mempercayai orang lain
• Gangguan hubungan sosial
• Risiko mengalami depresi
• Kebingungan terhadap sosok yang sebelumnya dianggap sebagai orang terpercaya
Baca Juga: Pria 44 Tahun di Prancis Hidup Normal Meski Hasil MRI Tunjukkan Otaknya Sangat Kecil
"Banyak korban mengalami kebingungan karena pelaku sebelumnya dianggap sebagai sosok baik atau figur yang dipercaya, tetapi kemudian berubah menjadi sosok yang menakutkan dan membuat tidak nyaman," jelasnya.
Sekolah Lakukan Investigasi Internal
Pihak sekolah menyatakan telah mengambil tindakan berupa penonaktifan sementara terhadap kepala sekolah yang bersangkutan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga transparansi serta memberikan ruang bagi proses pemeriksaan berjalan secara menyeluruh.
Baca Juga: Carbohydrate Mouth Rinse, Teknik yang Dipakai Atlet untuk Menjaga Performa
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan, termasuk memastikan setiap hubungan antara pendidik dan siswa tetap berada dalam batas profesional dan aman.
Editor : Ubaidillah