RadarBangkalan.id - Infeksi human papillomavirus (HPV) selama ini paling sering dikaitkan dengan kanker serviks. Padahal, virus yang dapat menular melalui hubungan seksual maupun kontak kulit ini juga berhubungan dengan beberapa jenis kanker lainnya.
Sebagian besar infeksi HPV memang tidak menyebabkan kanker karena sistem kekebalan tubuh mampu melawan virus tersebut. Namun, pada sebagian orang, HPV dapat bertahan selama bertahun-tahun dan menyebabkan perubahan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Baca Juga: KemenPPPA Minta Publik Tak Sebarkan Foto Korban Penyekapan Bandung, Fokus Pemulihan Trauma
Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp Onk, menjelaskan bahwa kanker serviks merupakan salah satu dampak serius dari infeksi HPV.
"Kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV, dan jika tidak ditangani, dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian," ujar Prof Yudi.
Selain kanker serviks, terdapat beberapa kanker lain yang juga dapat dipicu oleh infeksi HPV.
1. Kanker Vagina
Kanker vagina merupakan kanker yang berkembang pada saluran vagina, yaitu bagian yang menghubungkan serviks dengan bagian luar tubuh.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
Baca Juga: Dada Terasa Terbakar Jangan Diabaikan, Ini 10 Penyebab Mulai dari GERD hingga Serangan Jantung
• Perdarahan dari vagina yang bukan akibat menstruasi
• Nyeri di area panggul, saat berhubungan seksual, atau ketika buang air kecil
• Sembelit
• Perubahan saat buang air besar maupun buang air kecil
• Darah pada urine atau tinja
Baca Juga: Sering Sakit Perut Bagian Atas? Ini Perbedaan Maag, GERD, dan Gastritis yang Perlu Diketahui
2. Kanker Vulva
Vulva merupakan area kulit yang mengelilingi uretra dan vagina. Infeksi HPV juga dapat menyebabkan kanker pada bagian ini.
Gejala kanker vulva meliputi:
• Muncul benjolan, bintik seperti kutil, atau luka terbuka
• Perdarahan di area genital yang tidak berkaitan dengan menstruasi
• Gatal yang tidak kunjung hilang
• Nyeri saat area vulva ditekan
• Perubahan warna atau penebalan kulit vulva
Baca Juga: Pria 44 Tahun di Prancis Hidup Normal Meski Hasil MRI Tunjukkan Otaknya Sangat Kecil
3. Kanker Anus
HPV juga dapat menyebabkan kanker anus, yaitu kanker yang terjadi pada saluran pendek di ujung rektum.
Tanda-tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
• Perdarahan dari anus atau rektum
• Muncul benjolan di area anus
• Rasa gatal atau nyeri pada anus
• Perubahan bentuk tinja
• Sembelit atau kesulitan buang air besar
Baca Juga: Kebiasaan Pagi Jeff Bezos yang Membantu Menjaga Fokus dan Produktivitas
4. Kanker Rongga Mulut
Infeksi HPV juga dapat berhubungan dengan kanker pada rongga mulut dan orofaring.
Kanker ini dapat menyerang bibir, lidah, langit-langit mulut, dasar mulut, amandel, hingga bagian belakang tenggorokan.
Baca Juga: Carbohydrate Mouth Rinse, Teknik yang Dipakai Atlet untuk Menjaga Performa
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai yaitu:
• Luka di bibir atau mulut yang tidak sembuh lebih dari dua minggu
• Bercak putih, merah, atau kombinasi merah-putih di dalam mulut
• Area mulut mudah berdarah
• Mati rasa atau nyeri pada wajah, leher, maupun mulut
• Kesulitan mengunyah, menelan, berbicara, atau menggerakkan rahang dan lidah
Vaksin HPV Tidak Hanya Melindungi Serviks
Prof Yudi menjelaskan bahwa vaksin HPV memiliki manfaat perlindungan yang lebih luas karena dapat membantu mencegah berbagai penyakit akibat tipe HPV tertentu.
"Kalau divaksin, proteksinya bukan pada mulut rahim saja, tapi bisa pada beberapa tempat yang berhubungan dengan virus," jelasnya.
Baca Juga: 5 Hewan Paling Cerdas di Dunia, Kemampuan Otaknya Hampir Menyaingi Manusia
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin HPV diberikan sejak usia anak-anak hingga dewasa dengan jadwal tertentu.
Rekomendasi dosis vaksin HPV:
Anak dan remaja
• Usia 9-14 tahun: satu atau dua dosis dengan jarak 6-12 bulan
• Usia 15-20 tahun: satu atau dua dosis dengan jarak sekitar 6 bulan
Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata
Dewasa
• Perempuan usia di atas 21 tahun: dua dosis dengan jarak 6 bulan
Vaksinasi HPV disarankan bagi laki-laki maupun perempuan karena virus ini dapat menyerang berbagai bagian tubuh dan tidak hanya berkaitan dengan kanker serviks.
Editor : Ubaidillah