News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pilih Teh Hijau atau Kopi Hitam Saat Diet? Ini Perbandingan Manfaat dan Risikonya

Ubaidillah • Selasa, 30 Juni 2026 | 06:28 WIB
kopi hitam dan teh hijau (Foto: Getty Images/ediebloom)
kopi hitam dan teh hijau (Foto: Getty Images/ediebloom)

 

RadarBangkalan.id - Mengubah pola makan menjadi langkah penting bagi seseorang yang ingin menurunkan berat badan. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah mengganti minuman tinggi gula dengan pilihan yang lebih sehat, seperti teh hijau atau kopi hitam.

Keduanya dikenal memiliki kandungan yang dapat mendukung proses pembakaran lemak dan membantu mengontrol berat badan. Namun, teh hijau dan kopi hitam memiliki cara kerja yang berbeda di dalam tubuh.

Baca Juga: Minum Kopi Bikin Sering Buang Air Kecil? Ini Penjelasan Dokter Urologi

Manfaat Teh Hijau untuk Menurunkan Berat Badan

Teh hijau telah lama dikenal sebagai salah satu minuman yang dapat mendukung program penurunan berat badan. Kandungan utama yang berperan adalah epigallocatechin gallate (EGCG), yaitu senyawa antioksidan yang dapat membantu meningkatkan proses oksidasi lemak.

Sebuah studi berjudul Comparative effects of tea and coffee drinking on body weight in adults: a systematic review and network meta-analysis of randomised trials yang diterbitkan pada 2024 menemukan konsumsi teh hijau secara rutin berkaitan dengan penurunan berat badan rata-rata sekitar 1,23 kilogram dibandingkan plasebo berdasarkan analisis sejumlah uji klinis.

Baca Juga: Mengenal Child Grooming, Modus Manipulasi Anak yang Diduga Terjadi di SMK Pamulang

Ahli gizi Trista Best menjelaskan bahwa teh hijau dapat membantu metabolisme tubuh melalui dua mekanisme utama.

Pertama, kandungan kafeinnya dapat meningkatkan metabolisme untuk sementara sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori. Kedua, EGCG membantu tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi secara lebih efektif.

Baca Juga: KemenPPPA Minta Publik Tak Sebarkan Foto Korban Penyekapan Bandung, Fokus Pemulihan Trauma

Selain membantu penurunan berat badan, teh hijau juga berpotensi membantu mempertahankan berat badan setelah berhasil diet dengan mendukung metabolisme dan pembakaran lemak.

Efek Samping Jika Terlalu Banyak Minum Teh Hijau

Meski memiliki manfaat, konsumsi teh hijau berlebihan tidak otomatis membuat berat badan turun lebih cepat. Asupan kafein yang terlalu tinggi tetap dapat menyebabkan efek samping.

Beberapa efek yang dapat muncul akibat konsumsi kafein berlebih antara lain:

Baca Juga: Dada Terasa Terbakar Jangan Diabaikan, Ini 10 Penyebab Mulai dari GERD hingga Serangan Jantung

Menurut sejumlah penelitian, konsumsi sekitar tiga hingga lima cangkir teh hijau per hari masih dianggap dapat memberikan manfaat bagi sebagian orang, dengan tetap memperhatikan kondisi tubuh dan toleransi terhadap kafein.

Perbedaan Teh Hijau dan Matcha

Teh hijau dan matcha berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Namun, keduanya memiliki proses pengolahan yang berbeda.

Teh hijau dibuat dari daun yang dikeringkan, digulung, kemudian diseduh menggunakan air panas. Sementara matcha dibuat dari daun teh yang dibudidayakan secara khusus, dikeringkan, lalu digiling menjadi bubuk sehingga seluruh bagian daun ikut dikonsumsi.

Perbedaan proses tersebut membuat kandungan nutrisi dan kafein keduanya berbeda.

Baca Juga: Sering Sakit Perut Bagian Atas? Ini Perbedaan Maag, GERD, dan Gastritis yang Perlu Diketahui

Secangkir teh hijau umumnya mengandung sekitar 25-50 mg kafein, sedangkan satu porsi matcha dapat mengandung sekitar 60-70 mg kafein karena seluruh bagian daun ikut masuk ke dalam minuman.

Kopi Hitam untuk Membantu Menurunkan Berat Badan

Selain teh hijau, kopi hitam tanpa tambahan gula juga dapat menjadi pilihan minuman pendukung diet.

Kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh sekitar 3 hingga 11 persen. Efek tersebut membantu tubuh membakar lebih banyak energi dan pada sebagian orang dapat mengurangi rasa lapar.

Penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health pada 2020 menemukan konsumsi kopi berkaitan dengan perubahan komposisi tubuh, termasuk penurunan lemak tubuh dalam jumlah tertentu.

Kopi hitam juga dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan lain apabila dikonsumsi tanpa tambahan gula, seperti membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: Pria 44 Tahun di Prancis Hidup Normal Meski Hasil MRI Tunjukkan Otaknya Sangat Kecil

Batas Aman Konsumsi Kopi

Meski dapat membantu program diet, kopi tetap perlu dikonsumsi secara wajar.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), batas konsumsi kafein yang umumnya aman bagi orang dewasa adalah hingga 400 mg per hari.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar dua hingga tiga cangkir kopi berukuran 350 ml, meski kandungan kafein dapat berbeda tergantung jenis kopi dan cara penyajian.

Orang dengan kondisi tertentu, seperti ibu hamil, ibu menyusui, atau mereka yang sensitif terhadap kafein, perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terkait batas konsumsi yang sesuai.

Baca Juga: Kebiasaan Pagi Jeff Bezos yang Membantu Menjaga Fokus dan Produktivitas

Perbedaan Cara Kerja Teh Hijau dan Kopi Hitam Saat Diet

Meski sama-sama dapat membantu proses penurunan berat badan, teh hijau dan kopi hitam bekerja dengan mekanisme yang berbeda.

Teh hijau lebih berperan dalam mendukung metabolisme dan membantu tubuh menggunakan lemak sebagai energi melalui kandungan EGCG serta kafein.

Baca Juga: 5 Hewan Paling Cerdas di Dunia, Kemampuan Otaknya Hampir Menyaingi Manusia

Sementara itu, kopi hitam lebih banyak memberikan efek melalui kandungan kafein yang dapat meningkatkan energi, mempercepat metabolisme, dan membantu mengurangi rasa lapar.

Pada akhirnya, keduanya bukan minuman ajaib yang langsung menurunkan berat badan. Hasil terbaik tetap bergantung pada pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, kualitas tidur, serta jumlah kalori yang dikonsumsi setiap hari.

Editor : Ubaidillah
#penurunan berat badan #pembakaran lemak #kafein #teh hijau #kopi hitam