RadarBangkalan.id - Metode diet berbasis makanan tertentu sering menarik perhatian karena dianggap mampu membantu menurunkan berat badan dengan cara sederhana. Salah satunya adalah diet mentimun yang diperkenalkan oleh seorang chef Jepang bernama Nozaki.
Chef eksekutif restoran berbintang dua Michelin Buntokuyama tersebut memperkenalkan metode diet mentimun dengan dua aturan utama, yaitu mengonsumsi satu hingga dua buah mentimun sebelum makan dan mengunyah setiap suapan makanan minimal 20 kali.
Baca Juga: Pilih Teh Hijau atau Kopi Hitam Saat Diet? Ini Perbandingan Manfaat dan Risikonya
Menurut Nozaki, metode tersebut membantunya mengontrol nafsu makan dan mengurangi kebiasaan ngemil. Ia mengaku berhasil menurunkan berat badan hingga 11 kilogram dalam dua bulan setelah menerapkan pola makan tersebut.
Meski demikian, ahli kesehatan menilai mentimun memang memiliki manfaat untuk mendukung program penurunan berat badan, tetapi tidak bisa menjadi satu-satunya makanan utama dalam jangka panjang.
Kandungan Nutrisi Mentimun
Mentimun merupakan buah yang rendah kalori dan memiliki kandungan air tinggi. Dalam 100 gram mentimun mentah beserta kulitnya, terdapat sekitar:
Baca Juga: Minum Kopi Bikin Sering Buang Air Kecil? Ini Penjelasan Dokter Urologi
- 15 kalori
- 0,1 gram lemak
- 3,6 gram karbohidrat
- 0,5 gram serat
- 1,7 gram gula
- 0,7 gram protein
Selain rendah kalori, mentimun juga mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin K, kalium, dan kalsium.
Baca Juga: Mengenal Child Grooming, Modus Manipulasi Anak yang Diduga Terjadi di SMK Pamulang
Kandungan air yang mencapai lebih dari 96 persen membuat mentimun dapat membantu menjaga hidrasi tubuh. Sementara itu, serat di dalamnya dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengurangi keinginan makan berlebihan.
Baca Juga: KemenPPPA Minta Publik Tak Sebarkan Foto Korban Penyekapan Bandung, Fokus Pemulihan Trauma
Apakah Diet Mentimun Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?
Mentimun dapat menjadi pilihan makanan pendukung dalam program diet karena memiliki kalori rendah, indeks glikemik rendah, serta kaya air dan serat.
Ahli gizi menjelaskan, makanan dengan kandungan air dan serat tinggi dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga asupan kalori harian dapat lebih terkendali.
Selain itu, mengganti camilan tinggi kalori dengan mentimun juga dapat membantu mengurangi konsumsi gula dan lemak berlebih.
Namun, keberhasilan penurunan berat badan tetap bergantung pada pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan keseimbangan nutrisi.
Baca Juga: Sering Sakit Perut Bagian Atas? Ini Perbedaan Maag, GERD, dan Gastritis yang Perlu Diketahui
Manfaat Mentimun bagi Kesehatan
Selain membantu menjaga berat badan, mentimun memiliki sejumlah manfaat lain bagi tubuh.
Membantu memenuhi kebutuhan cairan
Kandungan air yang tinggi membuat mentimun dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Asupan cairan yang cukup penting untuk mendukung fungsi pencernaan, ginjal, otak, hingga pengaturan suhu tubuh.
Baca Juga: Pria 44 Tahun di Prancis Hidup Normal Meski Hasil MRI Tunjukkan Otaknya Sangat Kecil
Menjaga kesehatan tulang
Mentimun mengandung vitamin K yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang dan membantu proses penyerapan kalsium.
Baca Juga: Kebiasaan Pagi Jeff Bezos yang Membantu Menjaga Fokus dan Produktivitas
Asupan vitamin K yang cukup dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan tulang seperti osteoporosis.
Mendukung kesehatan pencernaan
Serat dalam mentimun membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit.
Mentimun yang difermentasi menjadi acar juga dapat mengandung probiotik yang mendukung keseimbangan bakteri baik dalam usus. Namun, konsumsi acar tetap perlu dibatasi karena biasanya memiliki kandungan garam tinggi.
Berpotensi membantu melindungi tubuh dari kanker
Mentimun mengandung senyawa cucurbitacin B yang masih diteliti karena potensinya dalam menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker.
Meski hasil penelitian awal menunjukkan manfaat menjanjikan, efektivitasnya pada manusia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Baca Juga: Carbohydrate Mouth Rinse, Teknik yang Dipakai Atlet untuk Menjaga Performa
Membantu menjaga kesehatan jantung
Kandungan kalium dalam mentimun membantu mengurangi dampak natrium dalam tubuh sehingga dapat mendukung pengendalian tekanan darah.
Selain itu, serat dalam mentimun juga dapat membantu menjaga kadar kolesterol.
Kekurangan Diet Mentimun
Meski memiliki manfaat, diet mentimun tidak sepenuhnya ideal jika diterapkan secara ketat dalam waktu lama.
Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata
Berisiko kekurangan nutrisi
Diet yang terlalu berfokus pada mentimun dapat membuat tubuh kekurangan protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral lain yang dibutuhkan.
Protein diperlukan untuk menjaga massa otot, membentuk hormon, serta mendukung fungsi tubuh.
Rendah protein dan lemak
Mentimun memiliki kandungan protein dan lemak yang sangat rendah. Padahal, kedua nutrisi tersebut penting untuk energi, fungsi otak, hormon, serta penyerapan vitamin.
Karena itu, konsumsi mentimun sebaiknya tetap dikombinasikan dengan sumber protein seperti ikan, telur, ayam, kacang-kacangan, atau makanan bergizi lainnya.
Sulit dipertahankan dalam jangka panjang
Diet mentimun umumnya hanya dirancang untuk dilakukan dalam waktu singkat sekitar satu hingga dua minggu.
Pembatasan kalori yang terlalu ekstrem dapat membuat metabolisme tubuh melambat dan meningkatkan risiko berat badan kembali naik setelah diet dihentikan.
Kesimpulan
Diet mentimun dapat menjadi salah satu cara membantu mengontrol asupan kalori karena mentimun rendah kalori, kaya air, dan mengandung serat.
Namun, mentimun bukan solusi tunggal untuk menurunkan berat badan. Pola makan seimbang dengan cukup protein, lemak sehat, olahraga rutin, serta gaya hidup sehat tetap menjadi faktor utama agar berat badan turun secara aman dan berkelanjutan.
Editor : Ubaidillah