RadarBangkalan.id - Menyundul bola menjadi salah satu teknik penting dalam sepak bola, termasuk di Piala Dunia 2026. Meski sering dilakukan pemain profesional, banyak yang mempertanyakan apakah aktivitas tersebut dapat membahayakan kesehatan otak dalam jangka panjang.
Dokter spesialis bedah saraf dari Lamina Hospital, dr. Victorio, SpBS, menjelaskan bahwa menyundul bola memang termasuk benturan pada kepala. Namun, risiko cedera otak pada pemain yang memiliki teknik menyundul yang benar tergolong sangat kecil.
Baca Juga: Tanda-Tanda Kematian yang Muncul di Tangan dan Kaki, Ini Penjelasan Ahli
Menurut dr. Victorio, pemain profesional menjalani latihan khusus untuk menguasai teknik menyundul bola dengan aman. Karena dilakukan secara berulang dan menggunakan teknik yang tepat, mereka umumnya tidak lagi merasakan nyeri saat melakukan sundulan.
"Saya pernah berbincang dengan salah satu atlet sepak bola profesional. Karena sudah terbiasa berlatih, mereka tidak lagi merasa sakit saat menyundul bola. Hal itu karena tekniknya sudah benar," jelas dr. Victorio.
Ia menambahkan bahwa teknik menyundul yang baik membuat benturan dapat diminimalkan sehingga tidak menimbulkan cedera serius pada kepala maupun otak.
Sebaliknya, risiko cedera lebih besar justru dialami pemain amatir yang belum memahami teknik menyundul secara benar. Kesalahan posisi kepala atau waktu kontak dengan bola dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya benturan yang membahayakan.
Baca Juga: BPOM Rilis Daftar 14 Kosmetik Berbahaya 2026, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon
Selain teknik, bagian kepala yang digunakan saat menyundul juga berpengaruh. dr. Victorio menjelaskan bahwa bagian dahi atau kepala depan merupakan area yang paling kuat sehingga lebih aman digunakan untuk menyundul bola.
Sementara itu, bagian belakang kepala memiliki struktur tulang yang lebih tipis sehingga lebih rentan mengalami cedera apabila terkena benturan langsung.
Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan pentingnya memperhatikan gejala setelah benturan di kepala, seperti pusing, kehilangan kesadaran, mual, muntah, gangguan keseimbangan, atau penurunan konsentrasi. Jika gejala tersebut muncul setelah bermain sepak bola, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
Baca Juga: 10 Hewan yang Dianggap Punya Tingkat Kecerdasan Paling Rendah, Ada Koala hingga Ikan Mola-mola
Dengan teknik yang benar serta latihan yang memadai, menyundul bola tetap dapat dilakukan secara aman. Namun, edukasi mengenai teknik dasar dan pencegahan cedera kepala tetap menjadi bagian penting dalam pembinaan pemain, terutama bagi atlet usia muda.
Editor : Ubaidillah